Kabut Asap; Penerbangan Di Bandara Kualanamu Dibatalkan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

DELISERDANG – Kabut asap yang beberapa hari ini menyelimuti Sumatera Utara menyebabkan sejumlah penerbangan dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), ke bandara-bandara lain terpaksa dibatalkan karena pendeknya jarak pandang akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Loading...

Manager of Branch Communication and Legal Bandara Kulanamu, Wishnu Budi Setianto mengatakan penerbangan yang dibatalkan adalah Wings Air IW 1296/1297 melayani rute Kualanamu-Silangit-Kualanamu, IW 1410/1411 melayani rute Kualanamu-Rembele, Takengon, Aceh-Kualanamu, IW 1216/1215 melayani Kualanamu-Aek Godang-Kualanamu, IW 1156/1155 melayani rute Kualanamu-Ferdinan Lumban Tobing, Pinang Sori, Tapanuli Tengah-Kualanamu, dan IW 1239/1238 melayani rute Kualanamu-Pinang Kampai, Dumai-Kualanamu.

“Pembatalan ini terpaksa dilakukan karena asap menghalangi jarak pandang di bandara tujuan. Jarak pandang di bandara tujuan sangat rendah sehingga pesawat tidak dapat di bandara dimaksud,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, pihak manajemen PT Angkasa Pura II (Persero) kantor cabang selaku pengelola Bandar Udara Internasional Kualanamu, selama 7 hari dari 16 sampai 22 September 2019 sudah terkena dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Sejauh ini Bandar Udara Internasional Kualanamu jarak pandang sekitar 1.200 sampai dengan 1.500 meter dari data BMKG,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Otoritas Bandara Wilayah II, Bintang Hidayat menambahkan, jarak pandang ini masih memungkinkan bagi bandara yang memiliki instrumen landing.

“Bagi bandara yang memiliki instrumen landing, visibility minimal 800 meter, sedangkan di bandara-bandara kecil yang tidak memiliki instrumen landing, visibility harus 5.000 meter,” ucapnya.

Loading...

Komentar Facebook