Akhirnya Pelaku Pencurian Uang Pemprov Sumut Ditangkap

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

MEDAN – Hilangnya uang Rp 1.6 miliar milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menemukan titik terang. Polisi telah menangkap 4 orang pelaku pencurian.

Loading...

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, mengakui adanya penangkapan terhadap pelaku pencurian uang itu. Namun dia enggan merincikan lebih jauh.

“Ia ada beberapa yang ditangkap. Nanti kita ekspose,” kata Irjen Pol Agus pasca unjuk rasa di DPRD Sumut, di Medan kemarin (24/09).

Berdasarkan informasi, keempat tersangka ditangkap di kawasan Riau. Di antaranya Niksar Sitorus (36) warga Jalan Sigalingging, Desa Parbuluan IV, Dairi, Niko Demos Sihombing (41) warga Jalan Lintas Duri Pekanbaru Kecamatan Bengkalis, Riau.

Kemudian, Musa Hardianto Sihombing (22) warga Jalan Lintong Ni Huta, Siborong-Borong, Humbang Hasundutan, dan Indra Haposan Nababan (39) warga Jalan Bringin 9, Medan Helvetia. Sedangkan dua orang lainnya bernama Tukul dan Pandiangan masih dalam pengejaran.

Dalam pemeriksaan, keempat tersangka telah membagi-bagikan uang itu. Niksar Sitorus mendapat bagian Rp 200 juta, Niko Demos Sihombing Rp 300 juta, Musa Hardianto Rp 210 juta, Indra Haposan Nababan Rp 200 juta, Tukul Rp 305 juta, dan Pandiangan Rp 350 juta.

Tak hanya itu, dalam penangkapan ke empat pencuri uang senilai miliaran rupiah itu, petugas terpaksa menembak kaki tersangka Indra Haposan Nababan karena berusaha melawan dan melarikan diri.

Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, menolak memberi penjelasan maupun mengonfirmasi penangkapan ini. Dia hanya mengakui adanya perkembangan positif dari penyelidikan kasus itu. “Kita akan segera ekspos,” kata Dadang singkat.

Uang milik BPKAD Pemprov Sumatera Utara senilai Rp.1. 672.985.500 hilang dari dalam mobil Toyota Avanza BK 1875 ZC yang diparkirkan pelataran Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan pada Senin (9/09) sekitar pukul 17.00 WIB.

Loading...

Komentar Facebook