HARI INI DALAM SEJARAH : Penaklukan Kota Yerusalem oleh Salahudin Al-Ayubi

PUBLIKA.CO.ID – Hari ini 832 tahun yang lalu, tepatnya pada 2 Oktober 1187 atau setelah tiga bulan berupaya dalam pertempuran Hattin, pasukan tentara Islam yang dipimpin Salahudin Al-Ayubi berhasil menaklukan dan membebaskan kota suci itu dari kedzaliman dan kebiadaban, setelah 88 tahun dikuasai serdadu Perang Salib

Loading...

Peristiwa tersebut bermula tepat pada 4 Juli 1187, kerajaan Yerusalem yang semakin lemah karena permasalahan internal, hampir dikalahkan dalam Pertempuran Hattin. Banyak tokoh-tokoh kerajaan  tertangkap, termasuk Raja Guy.

Ketika 40 ribu tentara Perang Salib yang dipimpin Peter The Hermit menyerbu tanah suci Palestina, mereka datang dengan dirasuki fanatisme agama yang membabi buta. Guna membangkitkan rasa fanatisme itu, menurut Hallam penulis Barat, ‘setiap cara dan jalan ditempuh’. Tak peduli biadab atau tidak, semua ditebas remuk redam. Yerusalem banjir darah dan bangkai manusia.

Ahli sejarah Inggris, Jhon Stuart Mill yang mengakui adanya pembataian massal penduduk Muslim ketika Kota Antioch jatuh ke tengan tentara Salib mengatakan bahwa orang berusia lanjut dibantai dengan sadis, anak-anak, dan perempuan juga menjadi korban.

Baca juga:  Inalum dan Poldasu Lanjut Kerjasama Pengamanan

“Mereka dibunuh dengan kejam dan sadis oleh tentara Latin yang fanatik itu. Rumah kediaman tidak diakui sebagai tempat berlindung dan pandangan sebuah masjid merupakan pembangkit nafsu angkara untuk melakukan kekejaman.” ucapnya.

Tak hanya itu, mereka pun menghancurkan kota-kota Syria, membunuh penduduknya dengan tangan dingin, dan membakar habis perbendaharaan kesenian dan ilmu pengetahuan yang sangat berharga, termasuk ‘Kutub Khanah’ (Perpustakaan) Tripolis yang termasyhur itu.

Lalu, ketika Raja Richard I dari Inggris merampas Kastil Acre, umat Islam juga dibantai. Begitu sadisnya, mayat-mayat mereka dan kepala-kepala terpenggal ditumpuk di bawah panggung. Raja Richard pun juga memerintahkan untuk menghukum mati 3.000 umat Islam, yang kebanyakan di antaranya wanita-wanita dan anak-anak, secara tak berkeadilan di Kastil Acre.

Setelah pertumpahan darah yang terjadi, pada pertengahan bulan September, tepatnya pada 20 September 1187, Salahudin Al-Ayubi mencapai Yerusalem dengan banyak membawa pasukan, mendirikan kemah dan memulai pengepungan. Salahudin Al-Ayubi pun mulai merebut kota Akko, Nablus, Jaffa, Toron, Sidon, Beirut, dan Ashkelon.

Baca juga:  Demi Sekolah, Pelajar Madina Panjat Jembatan Mangkrak

Pada tanggal 21 September pasukan Salahudin mulai ke utara dan barat laut karena tembok mulai diserang. Karena mendapat perlawanan sengit dan matahari yang menyilaukan penyerang serta benteng Kerajaan Yerusalem terbukti terlalu kuat, Salahudin pun harus menunda serangan.

Pada malam 25-26 September, ia pindah kemahnya di Bukit Zaitun di sisi timur laut kota, akhirnya pada tanggal 29 September pasukan Salahudin telah telah berhasil merobohkan dinding benteng.

Penaklukan Yerusalem yang dilakukan pasukan Islam di bawah komando Salahudin pada saat itu sungguh amat berbeda dengan tentara Perang Salib yang menduduki Yerusalem pada tahun 1099.

Salahudin pun menepati janjinya. Jenderal dan panglima perang tentara Islam itu menaklukan Yerusalem menurut ajaran Islam yang murni dan paling tinggi, yaitu tak ada balas dendam dan pembantaian, penaklukan berlangsung mulus seperti yang diajarkan oleh kitab suci Alquran.

Baca juga:  Tengku Dzulmi Eldin Resmi Tersangka

Karen Amstrong dalam bukunya ‘Perang Suci’ menggambarkan, saat Salahudin dan pasukan Islam membebaskan Palestina, tak ada satu orang Kristen pun yang dibunuh. Tak apa pula perampasan harta benda.

Pengepungan Yerusalem ini terjadi pada tanggal 20 September sampai 2 Oktober 1187 antara Dinasti Ayyubiyyah dan Kerajaan Yerusalem. Pertempuran ini menyebabkan Yerusalem direbut kembali dari tangan tentara Salib oleh Salahuddin al-Ayyubi dan kehancuran Kerajaan Yerusalem.

Pertempuran ini berakhir dengan menyerahnya Yerusalem pada 2 Oktober 1187. Salahuddin berhasil merebut Yerusalem pada 2 Oktober 1187 setelah usia 88 tahun dikuasai Kristen. Tanggal itu juga memiliki makna simbolis khusus bagi Muslim karena bertepatan dengan tanggal 27 Rajab yaitu tanggal peringatan Isra dan Mi’raj.

Loading...

Komentar Facebook