KNPI Sumut Usul Sistem Pemilu Diubah

MEDAN, PUBLIKA.CO.ID – Sistem Pemilu 2019 banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak, salah satunya datang dari KNPI Sumatera Utara.

Loading...

Menurut Ketua DPD KNPI Sumut, Samsir Pohan sistem pemilu 2024 harus dirubah untuk hasil demokrasi yang lebih baik.

Demikian disampaikan Samsir Pohan ketika ditemui di kantor DPD KNPI Sumut, Jl Gatot Subroto Medan, Kamis (07/11/2019).

“Ada beberapa hal yang harus dirubah termasuk sistem penetapan kursi harus dikembalikan berdasarkan nomor urut”, ucap Samsir.

Baca juga:  Petinggi PDIP Akhirnya Ungkap Sosok Cawapres Jokowi

Alasannya menurut Samsir adalah agar proses kaderisasi di partai politik berjalan dengan baik, sehingga setiap partai mampu melahirkan kader yang berkualitas dan mumpuni.

“Yang terjadi selama ini kan, kalau punya modal uang yang cukup bisa langsung masuk partai dan caleg, ini sangat berbahaya bagi proses kaderisasi di partai politik dan demokrasi”, bebernya.

Baca juga:  Satria Muda Pertamina Telan Kekalahan Perdana di IBL 2017

Kemudian sistem proporsional terbuka juga harus dirubah menjadi sistem distrik murni untuk menghindari tingginya biaya yang harus dikeluarkan setiap caleg dalam kontestasi pemilu.

“Ini penting agar setiap anggota DPR terpilih tidak terjebak untuk menyalah gunakan kewenangannya dan berujung melakukan tindakan korupsi”, terangnya.

Samsir pesimis demokrasi dan partai politik akan menjadi lebih baik jika masih menggunakan sistem sistem suara terbanyak, dan sistem hitung Sainte Lague.

Baca juga:  Medan Diguncang Gempa

“Saya sudah pernah mendiskusikan ini dengan bang Ahmad Doli Kurnia Tanjung yang saat ini menjabat Ketua Komisi II DPR RI, dan hal ini akan terus kami dorong”, pungkas Samsir yang juga merupakan Wakil Ketua Bidang Organisasi Golkar Sumut.

Loading...

Komentar Facebook