Awalnya Kampret, Kini Trenggiling yang Dicurigai Menyebarkan Virus Corona

PUBLIKA.CO.ID – Awalnya kelelawar alias kampret, kini Trenggiling, hewan yang terancam punah yang dikaitkan dengan virus corona. Ilmuwan China menyebut Trenggiling kemungkinan menjadi semacam penghubung dalam penyebaran virus corona.
Dikutip dari AFP, Minggu (9/2/2020), para peneliti telah lama menduga virus yang telah membunuh lebih dari 800 orang dan menginfeksi puluhan ribu lainnya tersebut disebarkan dari hewan ke manusia di pasar pusat kota Wuhan.

Baca juga:  [VIDEO] Mirip Kota Zombie, Warga Wuhan Berjatuhan di Jalan kena Virus Corona
Loading...

Peneliti di Universitas Pertanian China Selatan telah mengidentifikasi mamalia bersisik itu sebagai ‘host perantara potensial’ seperti dalam pernyataan mereka. Namun pernyataan tersebut belum disertai penjelasan lebih lanjut.

Virus baru tersebut dipercaya berasal dari kelelawar. Namun para peneliti menduga kemungkinan ada ‘host perantara

Kantor berita resmi Xinhua seperti ditulis AFP melaporkan, setelah pengujian lebih dari 1.000 sampel dari hewan liar, ilmuwan dari universitas menemukan urutan genom virus yang ditemukan pada trenggiling menjadi 99 persen identik dengan pasien coronavirus.

Baca juga:  [VIDEO] Netizen Bingung, Polisi Ini Infokan Banjir Sambil Bawa Ular

Menurut IUCN, trenggiling adalah hewan yang paling sering diperdagangkan dengan lebih dari satu juta ekor diambil dari hutan Asia dan Afrika dalam dekade terakhir.

Perdagangan trenggiling diperuntukkan untuk pasar di China dan Vietnam, yang mana sisik hewan tersebut biasanya dipakai untuk pengobatan–meski dianggap tak memiliki kegunaan medis–dan daging mereka biasanya diperjualbelikan di pasar gelap.(dtk)

Baca juga:  Giliran Kerajaan Warteg Bahagia Muncul di Depok, Jawa Barat
Loading...

Komentar Facebook