Ketua Komnas HAM Tentang WNI Eks-ISIS: Baca Konvensi Montevideo

PUBLIKA.CO.ID – Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, menyatakan bahwa ada kekeliruan pandangan terhadap warga negara Indonesia eks-anggota ISIS. Menurut beliau, kita tidak memiliki pasal yang spesifik dengan terorisme dan pencabutan kewarganegaraan. Menurutnya, jika menghilangkan kewarganegaraan, maka bagaimana mungkin negara mengambil langkah penegakan hukum terhadap mereka.

Loading...

“Bukan UU, tapi pasal yang spesifik dengan terorisme dan pencabutan kewarganegaraan”, jawab beliau via pesan WhatsApp kepada Publika.co.id. (Senin, 10/2)

Baca juga:  BSSN Bangun Penangkal Serangan Siber

Beliau juga tidak sependapat dengan Hikmahanto Juwana yang menyatakan  bahwa WNI sudah kehilangan hak kewarganegaraannya.

“Hikmahanto bilang bisa (menghilangkan kewarganegaraan/red) dengan pasal 23 d dan f, UU Kewarganegaraan. Dia lupa ISIS bukan negara. Mereka organisasi teroris. Dia perlu baca Konvensi Montevideo tentang negara, ISIS tidak memiliki syarat untuk disebut negara”, ujarnya.

Taufan Damanik tidak setuju dengan diksi “pemulangan” tapi mengusulkan penegakan hukum. Menurutnya, eks ISIS tetap diakui sebagai WNI supaya dapat diadili.

Baca juga:  Pilkada Tapsel 2020 : Golkar Tepat Usung Rasyid Dongoran

“Saya sebaliknya mengatakan eks ISIS adalah WNI dan karena mereka WNI maka Indonesia bisa mengadili mereka di dalam mau pun di luar negeri. Kalau kita tidak mengakui mereka, maka kita tidak bisa melakukan apa pun termasuk penegakan hukum kepada mereka. Saya menolak diksi pemulangan, saya usul penegakan hukum. Tapi banyak kritik seolah saya dukung ISIS. Orang kita memang suka bikin konklusi sesuka hatinya sendiri”, pungkasnya. (eks)

Baca juga:  Berikut 5 Nama Potensial untuk Pilpres 2024, Prabowo Gandeng Gubernur Rasa Presiden?
Loading...

Komentar Facebook