Peluang Media Siber di Maluku

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

AMBON, PUBLIKA.CO.ID – Apa yang akan terjadi ke depan dengan mendirikan perusahaan media online? Pertanyaan ini mengemuka dalam diskusi publik tentang peluang dan tantangan media siber di Maluku dalam acara launching Saburomedia.com yang berlangsung di café Kayu Manis kota Ambon, Minggu (09/02/2020).

Loading...

Diskusi panel tersebut menghadirkan narasumber kompeten diantaranya, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Maluku, Hamdi Djempot, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon, Tajudin Buano, perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI),   Staf Humas Pemprov Maluku, M. Azis Tuny.

Hamdi Djempot mengemukakan bahwa perusahaan media online di Maluku dinilai cukup berpeluang apabila dikelola secara professional. Menurutnya sekitar 60 % masyarakat Maluku sudah terkoneksi dengan internet, artinya dari jumlah 1 juta 200 jiwa penduduk Maluku ada 700 ribu jiwa dari lapisan masyarakat sudah mengakses internet.

“ Ini peluang sebenarnya dari sisi bisnis atau dari sisi usaha media secara online, karena ada banyak hal yang harus dijual disana dengan internet, jadi kita dapat memanfaatkan konektifitas internet, sebab saat ini orang sudah berjualan lewat online, “ ujar pendiri Terasmaluku.com itu.

Sementara itu Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon mengemukakan, tingginya penggunaan internet Maluku menandakan masyarakat mulai melek tentang pengetahuan soal internet, namun disisi lain meski penggunaan internet banyak tetapi tidak linear dengan literasi media itu sendiri,

Taju mencontohkan, bahkan sampai pada kalangan akademisi pun diwaktu tertentu ikut menyebarkan berita hoax yang menurutnya itu berbanding terbalik dengan status mereka sebagai kalangan intelektual, jadi perkembangan penggunaan internet begitu tinggi tetapi tidak linear denga literasi media akibatnya orang kemudian dengan gampang menyebarkan hoax dan dampaknya tidak hanya pada individu dan kelompok masyarakat tetapi juga media masa.

Jadi ancaman media massa saat ini selain soal post truth adalah berita hoaks. Sebab hoas ini  bertebaran di media platform dan orang tidak lagi mengecek kebenaran berita dan informasi di media-media online dan cetak.

Lanjut Buano, memabangun sebuah perusahaan pers atau media itu tidak gampang, karena di media tidak hanya menjual idialisme tetapi harus pandai untuk berbisnis.”tambah ketua Aji dalam paparan materinya itu

Staf khusus Humas Pemerintah Provinsi Maluku, M. Azis Tuny mengatakan, menurut Badan  Asosiatif Penyelenggaraan Indonesia dari 260 juta penduduk Indonesia,ada sebanyak seratus empat puluh tiga  jumlah orang yang sudah terhubung dengan internet.  ” Itu artinya, lebih dari lima puluh persen masyarakat Indonesia itu sudah terkoneksi dengan internet, ” ujarnya.

Dikatakannya, soal internet, kita tidak bisa terlepas dari YouTube dan media sosial yang lain, ada Twitter, Instagram, Facebook, dan bicara media online, media yang  memang di khususkan penberitanya untuk edukasi dan informasi.

Soal urgensi media, hari ini media surat kabar atau koran, mau dan tidak mau, harus melihat platform yang ada di media online. Sehingga jangan tertinggal, bahkan bukan hanya media online yang kemudian dilihat media cetak, tetapi sebaliknya.

“Bicara soal media online, tidak terlepas dari internet yang harus mempunyai legitimasi hukum, karena sekarang ini tidak dibatasi usia, berbagi profesi. Tidak bisa dikatakan begitu saja, tetapi semua orang bebas untuk mengakses internet, segala profesi dan usia. Untuk itu menimal media online juga membuat badan hukum dan Asiosiatif, “ terangnya.

Menurutnya, tidak semua media online hari ini tidak berbadan hukum, menurut catatan kami, baru satu media online yang diregistrasi di dewan pers, ” Muda-mudahan yang lain cepat menyesuaikan, Karena memang syaratnya cukup ribet, tetapi bisa diusahakan, “ harap Tuny.

Lanjutnya, bicara soal peluang, saya kira ini sangat menjadi masalah yang cukup besar, karena menjadi edukasi orang-orang yang tadinya di media koran sekarang lebih banyak yang lari ke media online, karena begitu mudahnya orang untuk bisa mengakses,  siapa saja yang mempunyai perangkat komputer dan leptop bisa mengakses, yang penting terkoneksi dengan internet, ” jelas pendiri AJI kota Ambon itu. (*)

Loading...

Komentar Facebook