Bobby Nasution, Come On!

Besar harapan, besar pula keraguan publik terhadap kepemimpinan anak muda. Seperti dua sisi logam yang sama bidangnya.

Loading...

Segar, baharu, kreatif, terbuka dan enerjik, dan banyak  hal-hal positif yang terbayang ketika mendengar istilah kepemimpinan anak muda.

Kurang pengalaman, agaknya cuma itu predikat yang melekat pada kepemimpinan anak muda. Mari sama-sama kita cari kekurangan lainnya. Agaknya tidak ada, atau sangat sedikit.

Baiklah, kita bahas sedikit Pilkada Medan yang sebentar lagi dihelat kaitannya dengan nama yang santer belakangan diperbincangkan; Muhammad Bobby Afif Nasution atau biasa dipanggil Bobby.

Sebagian dari kita agaknya memulai dari penilaian pesimistis. Ya, Bobby sebagai menantu Presiden RI dianggap  memanfaatkan momentum kekuasaan; an sich. Bobby dianggap belum berpengalaman.

Tambah lagi, publik kita terlanjur “benci politik” dan sebagian menaruh kecewa dengan penguasa dan kekuasaan. Semakin klimaks ketika terbelahnya masyarakat (devided society) pada pemilihan presiden tahun lalu. Sekali lagi, Bobby terasosiasi dalam satu belahan kubu. Katakanlah demikian.

Beberapa bulan bersosialisasi, agaknya Bobby menemukan kata kunci. Bobby mampu menemukenali ketidaksukaan publik terhadapnya. Sadar akan itu, justru Bobby kelihatannya tertantang untuk membuktikan jati dirinya. Ya, dia ingin berbuat. Dia mau mendengar, mau belajar, dia sadar bahwa dia harus turun sampai akar. Tekadnya; saya Bobby putera Medan bertekad untuk membenahi kota Medan bersama-sama. Ia tawarkan visi besarnya; kolaborasi.

Agaknya Bobby berusaha menyesap ke relung psikologis  dan imajinasi publik tentang masa depan kota Medan. Ia tampil sebagai Bobby, tak dibuat-buat. Gestur tak bisa bohong bukan? Ia tampil tak “mentang-mentang”.

Ups, jangan terlalu cepat menuduh saya kampanye! Hehe. Mari sama-sama kita lihat sampai hari pemungutan suara, apakah Bobby akan tampil sebagai anak medan yang mengatakan; “Saya Bobby, Saya yakin dengan bergandeng tangan kita bisa bangun Medan.” Let see. Sampai titik ini, saya ingin mengatakan; Bobby Nasution, come on! (sp)

*Penulis adalah warga kota Medan

Loading...

Komentar Facebook