Jelang Pilkada Tapsel, Rado Optimis Didukung Golkar

TAPSEL, PUBLIKA.CO.ID – Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2020 di Sumatera Utara akan digelar di 23 kabuten dan kota. Salah satunya kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Rencananya, pemungutan suara untuk pilkada serentak tahun ini akan dihelat pada bulan September, menunggu  penetapan jadwal resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Loading...

Memasuki Februari 2020, di Tapsel atmosfer politik jelang Pilkada mulai hangat. Hasil pantauan Publika.co.id, ada beberapa sosok bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang menarik perhatian. Salah satunya adalah Rasyid Assaf Dongoran, akrab disapa Rado. Beliau adalah bakal calon Wakil Bupati Tapsel yang namanya sedang digodok oleh partai Golkar Sumut dan DPP Partai Golkar. Rado ini ditengarai sebagai tokoh muda yang punya jaringan kuat di Golkar, baik di kabupaten, provinsi maupun pusat.

Baca juga:  Kunjungi Pasar Petisah, Bobby Nasution Disambut Histeris

Berikut wawancara eksklusif Publika.co.id dengan Rasyid Assaf Dongoran pada hari Rabu, 13 Februari 2020 lalu di Medan.

Publika.co.id :
Bapak merasa pantas diusung oleh Golkar sebagai calon wakil Bupati Tapsel. Ini luar biasa karena Golkar 8 kursi di situ, sama dengan Gerindra, kursi terbanyak. Kenapa Bapak merasa pantas diusung Golkar?

Rado :
Begini ya, Saya mulai gabung di Partai Golkar sejak tahun 2002, bukan orang baru. Dulu bertugas sebagai Kepala Tata Usaha di DPD  Partai Golkar Tapanuli Tengah yang saat itu dipimpin oleh Jamaluddin Pohan. Saya off tahun 2004 karena lulus Beasiswa S2 dari Pemerintah RI. Kalau sekarang, di Golkar Sumut saya dipecaya sebagai wakil ketua .

Publika.co.id:
Apa latar belakang pekerjaan Bapak yang mendukung untuk pencalonan ini?

Baca juga:  Akhyar Hadiri Perayaan Thaipusam Hindu Tamil

Rado :
Selesai Pendidikan Master (S2) saya bekerja di German Agro Action, sebuah lembaga dari Jerman. Saya menjabat sebagai Task Manager ( Livelihood Market Specialist) di Propinsi Aceh dan juga pernah bekerja pada Lembaga Misi Ke-Islam-an asal Inggris ( Islamic Relief Worldwide) sebagai  Kordinator Proyek untuk  Program Bantuan Yatim Piatu , Rehabilitasi Pertanian dan Perikanan di wilayah Aceh.

Tahun 2009 saya pulang kembal ke Sumatera Utara. Karena latar belakang pendidikan saya (S1 dan S2) di bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, saya rintis program pendampingan pertanian di wilayah Tapsel, termasuk di Madina juga. Sampai sekarang.

Publika.co.id:
Kenapa Bapak terpanggil untuk ikut Pilkada Tapsel?

Rado:
Sebagai Putra Tapsel asal Kecamatan Aek Bilah, Saipar Dolok Hole ( SDH), saya berpikir untuk berjuang sedaya mampu saya bagi kemajuan Bona Pasogit dan tanah leluhur. Ini panggilan pengabdian. Saya disekolahkan tinggi-tinggi bukan untuk jadi pekerja saja, tapi harus siap jadi pemimpin yang mampu membawa perubahan yang lebih baik untuk kampung halaman.

Baca juga:  Akhyar: Dukungan IPK Sangat Luar Biasa bagi Kami

Publika.co.id:
Seberapa optimis Anda akan diusung Golkar?

Rado:
Saya sangat optimis. Selain tahapan seleksi formal, komunikasi juga saya bangun rutin dengan piminan-pimpinan di Golkar. Saya tentu tidak boleh “over confident”, tapi saya menangkap ada sinyal kuat Golkar akan mengusung. Hehehe.

Saya sudah berusaha meyakinkan pimpinan Partai Golkar, selebihnya sebagai insan yang percaya pada Tuhan, saya berdoa kepada Allah semoga mendapat keputusan terbaik.

Loading...

Komentar Facebook