Jelang Musda X Golkar Sumut, Yasir Ridho Semakin Menguat

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

MEDAN, PUBLIKA.CO.ID – Teka-teki tentang siapa yang akan dipercaya menjadi pucuk pimpinan tertinggi DPD Partai Golkar Sumatera Utara dalam Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Partai Golkar Sumut yang dijadwalkan digelar sebelum 5 Maret 2020 tampaknya mulai mengurucut ke satu nama saja.

Loading...

Ketua Korbid Kepartaian Partai Golkar Sumut Rolel Harahap mengatakan Partai Golkar adalah partai yang sangat taat aturan dan azas. Sehingga ada prasyarat mutlak yang harus dipenuhi untuk maju menjadi Ketua Golkar mulai dari  Ketua Umum DPP maupun Ketua Golkar tingakat provinsi, kabupaten/kota.

Syarat mutlak tersebut adalah wajib pernah menjadi pengurus Partai Golkar selama satu periode atau lima tahun.

Rolel menjelaskan hal tersebut adalah komitmen partai untuk menjamin berjalannya proses kaderisasi di partai beringin.

“Silakan siapa saja kader murni Golkar yang akan maju asal sesuai dengan aturan organisasi, pernah menjadi pengurus minimal lima tahun. Dan tentu yang bersangkutan juga harus mendapat dukungan dari pemilik suara untuk memimpin Golkar,” ucap mantan Wakil Walikota Tanjung Balai tersebut kemarin (19/02/2020) di kantor DPD Golkar Sumut, Jl Wahid Hasyim, Medan.

Menurutnya, hingga saat ini hanya Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumut, Yasir Ridho Lubis yang mendapat dorongan dari arus bawah untuk menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Sumut.

“Bahkan SOKSI Sumut sudah menyatakan akan memilih Ahmad Yasir Ridho dan beliau kini yang kini menjabat Ketua Harian Golkar Sumut,” beber Rolel.

Bagaimana dengan Wagubsu Musa Rajekshah?

Menjawab itu, Rolel mengatakan bahwa Musa Rajekshah tidak memenuhi syarat dan aturan organisasi untuk maju dalam pemilihan ketua.

“Bapak Musa Rajekshah kan belum pernah jadi pengurus. Jadi tidak memenuhi syarat untuk dipilih dalam arena Musda. Kalau mau jadi pengurus selain Ketua, ya bisa,” tegas Rolel.

Sementara itu Sekretaris DPD Golkar Sumut, Amas Muda Siregar meyakini bahwa yang akan menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 adalah Ahmad Yasir Ridho Lubis.

Menurut Amas, sosok Ridho adalah kader Golkar murni yang berpengalaman dan menapak karir politik dari bawah. Selain punya pengalaman memimpin KNPI Sumut selama dua periode, Ridho di Golkar menapak karir mulai sebagai wakil sekretaris Golkar Sumut, wakil ketua dan terpilih sebagai Sekretaris pada Musdalub 2013 serta dipercaya sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut pada tahun 2014,” terang Amas.

Amas melanjutkan Ridho menjabat Ketua Korbid Polhukam Golkar Sumut di masa kepengurusan Ngogesa Sitepu hasil Musda IX tahun 2016.

“Saat Golkar Sumut dipimpin Plt Ketua Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Ridho ditugasi sebagai Ketua Harian Golkar Sumut sampai saat ini. Di DPRD Sumut Ridho menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumut periode 2019-2024”, jelasnya.

Menurut Amas Ridho memiliki kemampuan memimpin yang teruji dan jabatan strategisnya sebagai    Pimpinan DPRD merupakan nilai  nilai tambah di samping latar belakangnya sebagai kader murni Golkar Sumut.

Ketika disinggung soal kemungkinan peluang Musa Rajekshah mendapatkan diskresi atau kebijakan ketua umum untuk musda nanti, Amas menilai bahwa diskresi hanya berlaku apabila ada kebutuhan khusus atau mendesak.

“Jadi diskresi itu kalau memang tidak ada yang mau jadi Ketua Golkar, baru diskresi dibuat. Ini kan tidak, ada kader yang saat ini menjabat Ketua Harian dan Pimpinan DPRD Sumut berniat maju, jadi tidak mungkin ada diskresi,” tegasnya.

Untuk diketahui Musda Partai Golkar Sumut akan digelar sebelum 5 Maret 2020. Hingga saat ini Musa Rajekshah dan Ahmad Yasir Ridho Lubis diperkirakan akan bersaing dalam musda nanti. Keduanya sudah sama-sama menyampaikan akan maju.

Jika melihat prasyarat dan status Ijeck yang notabene tidak pernah menjadi pengurus Golkar maka peluang Ahmad Yasir Ridho Lubis untuk terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Sumut periode 2020-2025 pada Musda X Golkar Sumut  akan berjalan mulus.

Loading...

Komentar Facebook