Ketua Golkar Sumut Harus Penuhi Syarat Ini

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

MEDAN, PUBLIKA.CO.ID – Musyawarah Daerah (MUSDA) X DPD Partai Golkar Sumatera Utara akan digelar pada tanggal 23 sampai 24 Februari di Hotel JW Marriot, Medan.

Loading...

Demikian disampaikan Sekretaris DPD Golkar Sumut, Amas Muda Siregar di kantor DPD Golkar Sumut, Jl Wahid Hasyim, Medan Kamis (20/02/2020).

“Keputusan ini sudah disetujui DPP Partai Golkar. Hari ini dilakukan lagi rapat untuk memantapkan pelaksanaannya,” ucap Amas.

Di tempat yang sama, Panitia Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara akan membuka penjaringan bakal calon Ketua DPD Golkar Sumut mulai Jum’at (21/02/2020) besok.

“Penjaringan akan dilakukan pada 21 sampai 22 Februari 2020 dari pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB,” kata Ketua Steering Committee (SC) Musda Golkar Sumatera Utara, Sangkot Sirait.

Sangkot memberikan keterangan tersebut dengan didampingi Ramli Arianto selaku Wakil Sekretaris DPD Golkar Sumut, Samsir Pohan selaku Wakil Ketua Steering Committee Musda Golkar Sumut, Rudi Suntari Pengurus DPD Golkar Sumut dan Apri Budi selaku Koordinator Bidang Media DPD Golkar Sumut.

Sangkot menjelaskan, tahapan penjaringan bakal calon ketua DPD Golkar Sumut mengacu pada petunjuk pelaksanaan (juklak) tentang tata cara pemilihan ketua. Pada aturan itu juga dijelaskan mengenai sembilan syarat untuk mendaftar menjadi bakal calon.

Diantaranya pernah menjadi pengurus Golkar di tingkat provinsi, kabupaten/kota atau organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar. “Minimal lima tahun sebagai pengurus,” tegasnya.

Kemudian, memiliki pendidikan minimal strata satu yang ditunjukkan dengab ijazah asli. Syarat berikutnya, yakni aktif terus selama lima tahun di kepengurusan Golkar dan tidak pernah menjadi pengurus parpol lain.

“Syarat lainnya yakni pernah mengikuti pendidikan kaderisasi Partai Golkar dibuktikan dengan sertifikat kaderisasi,” tuturnya.

Kemudian, disiplin atau tidak tercela. Memiliki kapabilitas dan sanggup bekerja secara kolektif dengan jajaran Golkar. “Tidak pernah terlibat organisasi terlarang atau G30S/PKI,” tandas Sangkot.

Syarat lainnya adalah tidak memiliki hubungan sedarah atau garis lurus dengan anggota parpol lain dan anggota DPR/DPRD dari partai lain. “Jika ini semua terpenuhi, maka baru bisa diputuskan sebagai bakal calon,” kata Sangkot.

Untuk kemudian ditetapkan sebagai calon, maka syarat tersebut harus ditambah dengan surat dukungan 30 persen dari pemilik suara di Musda Golkar Sumut. “Jika semua syarat itu dipenuhi baru bisa dikatakan sebagai calon,” kata Sangkot.

Sangkot menjelaskan setelah penetapan bakal calon terhadap sosok-sosok yang mendaftar memenuhi syarat, mereka akan melanjutkan ke tahap selanjutnya yakni penetapan sebagai calon Ketua DPD Golkar.

Pada tahap ini, setiap yang dinyatakan lolos sebagai bakal calon masih harus menunjukkan satu syarat lain agar dapat ditetapkan sebagai calon.

“Syarat tersebut yakni menunjukkan dan menyerahkan minimal 30% surat dukungan dari pemegang hak suara,” jelasnya.

“Artinya, jika tidak mampu menunjukkan dukungan ini maka yang bersangkutan tidak akan ditetapkan sebagai calon sehingga tidak dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya,” tukas Sangkot.

Loading...

Komentar Facebook