JMSI: Gubernur Lampung Jangan Tekan Psikis Awak Media

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID –  Mahmud Marhaba, Plt. Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), menyesalkan tindakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang mempermalukan dan memojokkan insan pers. Arinal Djunaidi menegur seorang wartawati di depan publik untuk sesuatu yang tidak dilakukannya.

Loading...

Pasalnya, Gubernur Arinal Djunaidi menyinggung soal pakaian yang bersifat pribadi dan membawa-bawa urusan keyakinan wartawati RMOL Lampung. Teguran itu tentunya salah alamat.

“Ada aturan yang jelas apabila seseorang merasa dirugikan oleh sebuah pemberitaan. Bukan dengan marah-marah di depan umum, mempermalukan wartawan. Apalagi sampai membawa-bawa urusan agama,” ujar Mahmud Marhaba, Selasa malam (3/3/2020).

“Jika merasa ada masalah dengan pemberitaan media hendaknya meminta klarifikasi kepada media itu. Bukan marah-marah di hadapan publik. Ini tandanya kepanikan seorang pemimpin,” tambahnya.

Mahmud Marhaba juga  mengingatkan agar pekerja pers terus memperhatikan kode etik jurnalistik dan kode perilaku wartawan.

“Kemerdekaan pers adalah hak semua warganegara, bukan hanya hak pekerja pers. Ini perlu kita hormati bersama. Pihak yang merasa terganggu dengan pemberitaan gunakan mekasnisme yang disediakan UU Pers, jangan melakukan tekanan fisik dan psikis,” ujar Mahmud Mahraba menghimbau.

Muasal peristiwanya, wartawati RMOL Lampung Tuti Nurkhomariyah bersama belasan awak media hadir di Rupatama Kantor Gubernur Lampung. Di sana turut hadir beberapa kepala dinas. Di hadapan belasan awak media, Gubernur Arinal menyinggung soal pemberitaan yang mengangkat soal kehadirannya di musyawarah partai politik dengan mengenakan pakaian dinas di Graha Wangsa Bandar Lampung sehari sebelumnya  (senin, 2/3/2020).

Kepada wartawan yang hadir di Rupatama Kantor Gubernur Lampung saat itu, Arinal bertanya apakah wartawan RMOL Lampung hadir.
Tuti Nurkhomariyah lantas mengacungkan tangan.

Melihat kehadiran wartawati RMOL Lampung itu, Guberur Arinal melanjutkan tegurannya. Kali ini dengan menyindir soal pakaian muslimah yang dikenakan Tuti.

“Kamu pake kerudung. Sami’na waato’na. Jangan sampai innalilahi wainna ilaihi rojiun,” ujar Arinal diikuti permintaan agar sang wartawati membuat berita yang baik-baik saja.

Padahal RMOL Lampung tidak pernah memuat berita yang dimaksud Gubernur Arinal itu.

Selanjutnya, usai acara, wartawati RMOL Lampung dihampiri empat ajudan Arinal dan membawanya ke ruang  kerja Gubernur Lampung dan mempersoalkan berita lain.  Berita RMOL Lampung dengan judul “Polemik Raja Olah, Herman HN Ya Diolah Saja, Gulanya Harus Menang” yang mereka persoalkan.

Berita itu bersumber dari pernyataan Walikota Bandar Lampung, Herman HN, yang direkam oleh sang wartawati.

Atas berita itu, Tuti diminta agar memohon maaf kepada Gubernur Arinal atas berita yang dibuatnya agar persoalan dapat dihentikan. (JMSI)

Loading...

Komentar Facebook