Hari Ini Dalam Sejarah : Tiga Prajurit KKO Ledakkan McDonald House Singapura

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Hari ini tepat 55 tahun yang lalu, pada tanggal 10 Maret 1965, tiga prajurit KKO Usman Jannatin, Harun Thohir, dan Gani bin Arup  berhasil meledakkan McDonald House di gedung Hongkong and Shanghai Bank yang terletak di Orchard Road, Singapura.

Loading...

Peristiwa ini terjadi pada saat berlangsungnya Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia. Perang ini berawal dari keinginan Federasi Malaya atau lebih dikenal sebagai Persekutuan Persekutuan Tanah Melayu yang ingin menggabungkan Brunei,Brunei, Sabah, dan Serawak  kedalam Federasi Federasi Malaysia dianggap Indonesia tidak sesuai dengan Perserujuan Persetujuan Manila.

Oleh karena itu, keinginan tersebut ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap pembentukan Federasi Malaysia yang sekarang dikenal sebagai Malaysia sebagai “Ioneka Inggris” semata.

Federasi Malaysia dipandang Soekarno sebagai kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk baru serta dianggap mengancam gangguan keamanan dalam negeri dan pemberontakan di Indonesia.

Tepat pada 8 Maret 1965, anggota Korps Komando Operasi, ketiganya diberi perintah oleh pimpinan operasi Mandala 1 dibawah dipimpinan Wakil Laksamana Madya Udara TNI Omar Dhani untuk melakukan sabotase di Singapura.

Dilengkapi dengan perahu karet dan 12,5 kilogram (28 pon) bahan peledak, mereka diberitahu untuk membom sebuah rumah tenaga listrik, tetapi sebaliknya, pada tanggal 10 Maret 1965, mereka menargetkan bangunan sipil, bangunan Hong Kong and Shanghai Bank, yang sekarang dikenal sebagai MacDonald House, menewaskan enam orang dan melukai sedikitnya 33 lainnya.

Ketika melarikan diri, Harun dan Usman pergi ke pantai, sementara Gani memilih rute yang berbeda. Janatin dan Thahir menyita perahu motor, tetapi di laut perahu motor rusak.

Mereka ditangkap oleh pasukan patroli Singapura pada 13 Maret 1965 dan dihukum karena pembunuhan, karena mereka telah mengenakan pakaian sipil pada saat itu dan telah menargetkan bangunan sipil, dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Singapura.

Mereka dihukum gantung di Penjara Changi, Singapura, pada 17 Oktober 1968.

Atas jasa-jasanya kepada negara, Kopral KKO TNI Anumerta Harun bin Said alias Thohir bin Mandar dan Usman Jannatin, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No.050/TK/Tahun 1968, tanggal 17 Oktober 1968. Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta, dan kini nama keduanya diabadikan menjadi nama Jalan di depan Markas Korps Marinir dan salah satu KRI Indonesia diberi nama KRI Usman Harun.

Loading...

Komentar Facebook