Pemerintah Umumkan Lockdown, Pembeli Ganja Antri

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, DEN HAAG – Pasca Pemerintah Belanda memgumumkan Lockdown akibat wabah pandemi Covid-19 pada Minggu (15/03/2020), pecandu ganja dikabarkan memyerbu toko penyedia ganja diseluruh kota.

Loading...

Negeri Kincir Angin memang memperbolehkan warganya memiliki dan memakai ganja, namum jumlahnya dibatasi hanya maksimal 5 gram saja.

Berdasarkan laporan AFP, antrian panjang para pelanggan ganja mengular di sejumlah kafe untuk membeli dan menstok ganja selama pemerintah memberlakukan lockdown akibat merebaknya wabah virus corona.

“Kami harus mempersiapkan persediaan ganja di rumah, sebab selama dua bulan kedepan kami akan sulit mendapatkannya,” kata Jonathan, kepada AFP Selasa (17/03/2020).

AFP juga melaporkan, pasca Menteri Kesehatan dan Pendidikan Belanda mengumukan penutupan tempat bisnis dan sekolah menambah panjang antrean warga yang hendak membeli ganja.

Padahal, pemerintah negeri kincir angin itu telah melarang warganya menimbum apapun di rumah selama masa isolasi diberlakukan.

“Saya tidak keberatan memiliki sedikit rumput liar, dan tetap tenang di rumah untuk beberapa waktu. Karantina ini mungkin akan lama,” kata seorang wanita, Hannah yang juga mengantre.

Berdasarkan laporan AFP, sudah 20 korban meninggal dunia akibat virus corona dan 1.100 orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. (***)

Loading...

Komentar Facebook