Update Terbaru Kasus Corona Di Sumut : 2 Positif, 48 PDP, 338 ODP, 1 Meninggal Dunia

Masyarakat Diminta Batasi Kegiatan Di Luar Rumah ODP Diminta Patuhi Petunjuk Isolasi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Gugus Tugas Pelaksana Penanganan Corona Virus Disease-19 (COVID-19) Sumatera Utara kembali memperbaharui data kasus Corona di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Loading...

Hingga Sabtu (21/03/2020) pukul 17.00 WIB dilaporkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah menjadi 48 kasus, padahal sebelumnya Jumat (20/03/2020) jumlah PDP adalah 36 kasus.

Tingginya kenaikan kasus tersebut membuat Ketua Pelaksana Gugus Tugas Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis, menyerukan agar masyarakat semakin waspada dan membatasi kegiatan diluar rumah.

“Kenaikan kasusnya tergolong tinggi sehingga kita berharap agar masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk membatasi kegiatan diluar rumah”, ucap Riadil.

Sementara jumlah ODP juga naik dari sebelummya (Jum’at, 20/03/2020) hanya 205 orang berstatus ODP per Sabtu (21/03/2020) pukul 17.00 WIB naik drastis menjadi 338 orang berstatus ODP Suspect Corona.

Sementara itu, Anggota Gugus Tugas Pelaksana Penanganan Corona Virus Disease-19 (COVID-19) Sumatera Utara memgeluhkan sikap beberapa orang yang beratatus ODP Suspect Corona yang tidak mematuhi petunjuk isolasi bahkan banyak ODP yang enggan melakukan isolasi mandiri.

Alwi yang juga Kadis Kesehatan Sumut itu khawatir sikap beberapa orang berstatus ODP Suspect Corona tersebut akan membuat peluang bertambahnya kasus baru di Sumatera Utara.

“Kami meminta masyrakat Sumut untuk melakukan social distancing, dan hindari kerumunan serta kurangi berinteraksi yang tidak perlu,” kata Alwi.

Sementara itu untuk pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Corona belum ada penambahan. Alwi menyatakan jumlahnya masih tetap 2 kasus dimana 1 pasien dinyatakan telah meninggal dunia dan 1 pasien lagi masih dirawat di RSUP Adam Malik, Medan.

“Sekali lagi kami mengajak masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah untuk berdiam diri di rumah, ini sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 ini”, pungkas Alwi.

Loading...

Komentar Facebook