KPU Tunda Tahapan Pilkada 2020

Tahapan yang ditunda tersebut adalah pelantikan panitia pemungutan suara (PPS), verifikasi bakal calon perseorangan rekrutmen PPDP, serta pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Untuk mencegah dan menghambat penyebaran Virus Corona Disease 19 (Covid-19) Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan untuk menunda sementara waktu beberapa tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Loading...

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan tahapan yang ditunda tersebut adalah pelantikan panitia pemungutan suara (PPS), verifikasi bakal calon perseorangan rekrutmen PPDP, serta pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

“Tahapan pilkada kita tunda sampai waktu yang akan ditentukan kemudian dengan pertimbangan kondisi saat ini,” ucap Viryan dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu (21/03/2020).

Viryan menambahkan terkait wacana penundaan Pilkada 2020, hingga saat ini pihaknya belum bisa memberi jawaban.

“Kita tentu akan melihat perkembangan dan KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pilkada belum membahasnya bersama pemerintah,” terang Viryan

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD memastikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tetap akan berjalan sesuai jadwal meski Indonesia sedang dilanda wabah virus korona.

“Tidak ada perubahan rencana. Jadi jadwal pilkada serentak yang akan berlangsung pada September itu masih terjadwal,” ujar Mahfud dalam keterangan video Kemenko Polhukam, Selasa (17/03/2020).

Meski demikian, Mahfud mengaku jika virus korona sedikit banyak menghambat persiapan pesta demokrasi. Namun, dia memastikan, mulai dari persiapan teknis operasional, keamanan, hukum, hingga aspek politisnya tetap berjalan seperti biasanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia menilai Pilkada serentak 2020 tidak perlu buru-buru diputuskan untuk ditunda. Dia mengatakan, tahapan yang saat ini sudah berjalan tetap bisa dilakukan seperti biasa

“Untuk sementara ini, tahapan yang sudah ditetapkan berjalan saja. Namun, aktivitas yang melibatkan kumpulan banyak orang, disiapkan dengan skala yang terbatas dan dibagi terminnya,” kata Doli saat dihubungi, Selasa (17/3).

Namun Doli menyarankan agar Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu perlu membuat SOP tersendiri dalam menyikapi penyebaran dan penularan virus korona.

Untuk diketahui, Pilkada 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia, yang meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Adapun hari pemungutan suara Pilkada 2020 jatuh pada 23 September mendatang.

Loading...

Komentar Facebook