Mussolini Dan Fasisme Italia

Mussolini Bermimpi Mengulangi Kembali Kejayaan Kekaisaran Romawi, Namun Fasisme Italia Berakhir Tragis

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Benito Amilcare Andrea Mussolini atau lebih populer dikenal Benito Mussolini, lahir di Emilia-Romagna, Italia Utara pada 29 Juli 1883. Mussolini adalah seorang veteran Perang Dunia I dan pemilik sebuah surat kabar Sosialis di Italia.

Loading...

Pada tanggal 23 Maret 1919, tepat seratus satu tahun yang lalu, Mussolini mendirikan partai Fasci di Combattimento, Italia.

Lewat Fasisme, Mussolini berhasrat mengulang kembali masa keemasan Italia seperti zaman kekaisaran Romawi.

Dilansir dari History, nama Fasci akhirnya diputuskan menjadi nama partai baru itu setelah sebelumnya Mussolini terinspirasi dari revolusi petani Italia ‘Fighting Bands’ dari abad ke-19.

Partai yang akhirnya dikenal sebagai partai Fasis tersebut adalah organisasi sayap kanan baru di Italia yang menyuarakan dan menumbuhkan kembali semangat nasionalisme bangsa Italia.

Pada Oktober 1922, Raja Emmanuel III meminta Mussolini untuk membentuk pemerintahan baru, setelah sebelumnya Mussolini memimpin kaum Fasis dalam melakukan unjuk rasa besar-besaran di Kota Roma.

Setelah dilantik menjadi perdana menteri, Mussolini membangun kerjasama dengan parlemen Italia setelah membentuk kabinet fasis yang beranggotakan tiga orang.

Namun Mussolini berubah menjadi seorang diktator di Italia setelah didukung oleh organisasi kepolisian yang brutal, dan menghalalkan segara cara demi melanggengkan kekuasaan Mussolini.

Pada Januari 1925 Mussolini menasbihkan dirinya sebagai Il Duce, atau ‘pemimpin’ setelah secara resmi memproklamasikan Italia sebagai negara Fasis.

Tahun 1935 invasi Italia atas Ethiopia membuat harapan Mussolini untuk bersekutu dengan
negara-negara barat seperti Inggris dan Perancis menjadi sirna.

Pada 1937 Adolf Hitler seorang pemimpin Nazi Jerman menandatangani perjanjian kerja sama dalam kebijakan luar negeri dengan Mussolini setelah sebelummya Mussolini membantu pasukan Nasionalis Francisco Franco di Perang Saudara Spanyol.

Aliansi antara Mussolini dan Hitler dalam Perang Dunia II sebenarnya menempatkan Fasisme Italia dan Mussolini sebgai Il Duce sangat lemah karena seluruh keputusan strategis dalam alinsi dimonopoli oleh sang diktator Nazi Adolf Hitler.

Pada Juli 1943 setalah Italia gagal dalam perang Dunia II, terjadi pemberontakan di tubuh partai Fasis. Pada tanggal 22 Juli 1943 Kota Palermo jatuh ke tangan pemberontak fasis.

Setelah pemberontak menangkap Mussolini pada 25 Juli 1943 Marsekal Fasis Pietro Badoglio kemudian mengambil alih pemerintahan Italia serta mengumumkan penyerahan tanpa syarat kepada sekutu pada bulan September 1943.

Pada tanggal 7 Agustus 1943 pasukan Nazi Jerman berhasil menguasi Italia dan membebaskan Mussolini dari penjaranya di Pegunungan Abruzzi.
Hitler sekali lagi menunjuk Mussolini sebagai pemimpin bonekanya di Italia.

Setelah Jerman menyerah pada sekutu pada bulan April 1945, Mussolini bersama dengan istri sirinya bernama Clara Petacci dan tiga orang pendukung setianya ditangkap dan kemudian ditembak mati oleh komunis Italia di sebuah desa bernama Giulino di Mezzegra dan mayat mereka digantung terbalik kemudian dipertontonkan kepada publik di pompa bensin di Piazza Loreto, Kota Milan.

Sebelum digantung, mayat mereka diletakkan di jalanan kemudian ditembaki berkali-kali, diludahi, dilempari batu, dan ditendangi oleh rakyat yang marah terhadap sepak terjang Mussolini dan Partai Fasis-nya.

Mayat Mussolini kemudian dikuburkan di makam tak bertanda di Mussoco. Setahun kemudian, pada hari Paskah, sisa-sisa pendukungnya menggali kuburnya kembali dan kemudian membunyikan mayatnya di suatu tempat bernama Certosa de Pavia, dekat Milan.

Mayat Mussolini sempat menjadi polemik di Italia saat itu sebelum akhirnya, mayat Mussolini ditemukan dan “disimpan” selama 10 tahun sebelum dikuburkan di Predappio, Emilia-Romagna, tempat kelahirannya.

Loading...

Komentar Facebook