Aduh, Kampus USU Lockdown

Rektor USU Putuskan KBM Mahasiswa Dikerjakan Di Rumah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Rektor Univesitas Sumatera Utara (USU) memutuskan menutup kampus yang berada di kawasan Padang Bulan, Medan tersebut. Sebelumnya, sejak sepekan yang lalu, USU telah meniadakan perkuliahan tatap muka, kini sejak sejak Selasa (24/03/2020) seluruh kegiatan kampus baik akademik maupun non akademik dihentikan total hingga seminggu kedepan Selasa (07/04/2020).

Loading...

Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu, menjelaskan bahwa penutupan aktifitas kampus ini terpaksa dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

“Memperhatikan penularan COVID-19 yang terus semakin meluas dan mengkhawatirkan, maka dalam upaya mencegah semakin meluasnya penularan COVID-19, dan sejalan dengan imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah (social distancing), maka terhitung sejak hari Selasa, tanggal 24 Maret 2020 sampai dengan 7 April 2020 Kampus USU ditutup secara penuh (lockdown),” demikian isi salah satu poin dalam Surat Edaran Rektor USU nomor 3545/UN5.1.R/KPM/2020.

Surat tersebut diteken oleh Rektor USU Prof Runtung Sitepu. Dalam surat tersebut, semua kegiatan belajar mengajar hingga administrasi dikerjakan dari rumah.

Namun, pimpinan hingga pegawai Rumah Sakit USU serta petugas keamanan kampus tetap bekerja seperti biasa. Selama masa lockdown, rumah sakit gigi dan mulut, gedung pertemuan dan fasilitas olahraga yang ada di dalam kampus USU turut ditutup.

Mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir diimbau melakukan bimbingan secara daring. Namun, SE ini tak menjelaskan detail apakah ujian tugas akhir seperti sidang skripsi bisa dilakukan secara online atau tidak.

Sebelumnya diberitakan kasus Covid-19 di Sumatera Utara mulai mengkhawatirkan. Betapa tidak, hingga Senin Pukul 17.00 WIB Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) naik menjadi 50 kasus, sementara yang dinyatakan positif terinfeksi covid-19 masih tetap 2 kasus.

Namun ada peningkatan besar pada jumlah ODP yang naik menjadi 763 kasus dari sebelumnya 496 kasus pada Minggu (22/03/2020).

“Kenaikan jumlah ini setelah kita lakukan tracing epidomologi terhadap 2 pasien yang dinyatakan positif covid-19 sebelumnya, seluruh ODP berdasarkan tracing kita memiliki kontak baik langsung dengan pasien yang positif”, terang Anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Alwi Mujahit Hasibun dalam pernyataan resmi Tim Gugus Tugas Covid-19 lewat channel Yuotube Senin (23/03/2020) pukul 17.30 WIB.

Loading...

Komentar Facebook