Corona Belum Kelar Muncul Hantavirus, Begini Ceritanya

Hantavirus adalah virus pada tikus, bukan virus baru, tetapi bikin panik karena tiba-tiba banyak dibicarakan di tengah pandemi virus corona COVID-19

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Saat ini seluruh dunia sedang berjuang melawan Virus Corona. Namun, belum selesai melawan Corona muncul lagi isu hantavirus.

Loading...

Jangan langsung panik, mari kita kenali apa itu hantavirus? Virus ini memang diakui lebih mematikan dari corona baru (covid-19).

Hantavirus adalah virus pada tikus yang belakangan banyak dibicarakan. Bukan virus baru, tetapi bikin panik karena tiba-tiba banyak dibicarakan di tengah pandemi virus corona COVID-19 yang belum juga teratasi

Dikabarkan, hantavirus telah menewaskan seorang warga Provinsi Yunnan. Informasi ini viral dan disebarkan antara lain oleh @globaltimesnews di Twitter

Seseorang yang tejangkiti hantavirus dan menyebabkan Hantavirus pulmory syndrome (HPS), bisa menyebabkan kematian hanya dalam hitungan jam, lansir health24.

HPS memiliki tingkat kematian mencapai 38 persen.

Virus hanta ditularkan oleh tikus lewat urine, kotoran dan air liur. Tidak sembarang tikus yang membawa virus ini.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus tidak ditularkan dari manusia ke manusia. Artinya, penyebaran hantavirus tak seganas covid-19.

Para peneliti meyakini orang-orang dapat terinfeksi hantivirus jika mereka menyentuh sesuatu yang telah terkontaminasi urine, kotoran atau air liur tikus, kemudian menyentuh hidung atau mulut mereka.

Pada 1993, sebuah wabah terjadi di Amerika Serikat, khususnya Arizona, New Mexico, Colorado dan Utah, yang disebut ‘The Four Corners’. Muncul sejumlah kasus penyakit paru-paru yang tidak bisa dijelaskan, yang belakangan dikaitkan dengan infeksi virus, khususnya

Bagaimana mencegahnya? Hal paling gampang ialah pola hidup sehat. Membersihkan rumah, sering mencuci tangan, dan memastikan tidak pernah melakukan kontak dengan tikus. Intinya, menjaga kebersihan lingkungan. (red/jpnn)

Loading...

Komentar Facebook