Kata Ahli, Begini Alasan Tingginya Angka Kematian Pasien Corona

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hingga Sabtu (28/03/2020) Jumlah angka kematian akibat terinfeksi corona di Indonesia mencapai 102 orang dari sebanyak 1.155 orang yang terinfeksi virus corona. Secara persentase jumlah tersebut sebanyak 9 persen.

Loading...

Padahal menurut laporan Badan Kesehatan Dunia WHO, disebutkan bahwa persentase kematian akibat virus corona adalah kurang dari 3 %. Lantas mengapa angka kematian di Indonesia mencapai 9 %?

Komite Ahli Tuberkulosis Indonesia, Dr Pandu Riono, MPH, PhD menyebutkan agar masyarakat tidak terpaku pada angka yang disampaikan pemerintah.

Menurut Pandu, kasus positif virus corona pada kenyataannya bisa saja sudah sangat tinggi bahkan melampui angka yang disampaikan pemerintah.

“Bisa saja angkanya puluhan ribu, atau bahkan ratusan ribu, sehingga tes (Covid-19) yang hasilnya akurat harus dipercepat terutama mereka yang berisiko terinfeksi,” kata Pandu dalam konferensi pers Hari Tuberkulosis Sedunia, di Jakarta, Selasa (24/03/2020)

Pandu menyarankan tes corona lewat Polymerase Chain Reaction (PCR) harus ditingkatkan kemampuan dan akurasinya, sehingga dapat lebih pasti menemukan orang yang terpapar corona.

“Pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu, harus dirawat di rumah sakit. Kalau bergejala ringan atau tanpa gejala, bisa diisolasi di rumah. Jangan semua diisolasi di rumah sakit,” ungkap Pandu.

Pandu menambahkan bahwa yang paling penting adalah orang yang terinfeksi corona harus segera ditemukan agar matan rantai penyebaran virus bisa segera diputus.

“Tes corona massal yang memiliki akurasi tinggi harus dilakukan, karena kita berkejaran dengan waktu,” tutupnya.  (sd/red)

Loading...

Komentar Facebook