[Opini] Antara Rencana Dia, Saya Dan Corona

Oleh : Robby Effendi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Saya ingin tanya? Siapa Corona ini? Menyedot menyita perhatian kita? Paling diperbincangkan massa? Mengalahkan sinetron Samudra cinta? Mengalahkan Rambo dan Dilan? Memberi was-was seisi dunia? Amerika-China cemas? Pertikaian Cebong dan Kampret jadi tak ada apa-apanya? Meniadakan liga-liga sepak bola? Tak ada liga Italia? Liga Indonesia? Hingga sepi senyap di plaza? Hingga simpang jalan dijaga-jaga? Ada jalan yang ditutup sementara? Kedai kopi pun dimarahi juga? Sekolah dari rumah? Kerja dari rumah? Asiknya Suami istri jadi sering di rumah? Apa beda karantina dan Pertina? Kenapa susah diatur? Perihal apa hingga kita susah mendengar? Mengapa kita lupa? Tuhan ciptakan dua kuping? Dan satu mulut? Untuk apa? Benar ada yang terpukul? Benar ada yang harus keluar rumah? Karena rezekinya harus dijemput?

Loading...

Seorang jurnalis bertanya? Apa di balik ini semua? Tak ada jawab saya? Yang lebih tua lebih pakai perasaan? Ketika menjawab lebih merenung yang sebelumnya? Kita semua boleh berencana? Rencana matang? Setengah matang? Rencana membunuh kawan? Rencana membantu kawan? Rencana busuk? Rencana mulia? Rencana baik budi? Rencana dengki iri hati? Rencana penyerapan anggaran? Rencana peningkatan kualitas SDM? Rencana membuat pemilih cerdas? Rencana berintegritas? Rencana kampanye damai? Rencana sesuai janji dan sumpah? Rencana kebangkitan bangsa? Rencana mobil baru? Istri baru? Rencana Pilkada ditunda? Rencana Jadi Walikota ditunda? Rencana Korupsi ditunda? Rencana ditangkap KPK ditunda? Rencana jadi Gubernur ditunda? Buyarkah semua rencana?

Kita semua boleh berencana sebaik-baiknya? Perihal rencana jangan dianggap sebelah mata? Usaha dan keberanian tidak cukup tanpa tujuan dan arah perencanaan? Itu kata John F Kennedy? Rencana tidak ada artinya; yang penting adalah perencanaan? Itu kata Eisenhower? Awalilah setiap pekerjaan dengan perencanaan yang baik, karena gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan? Itu kata Aa Gym.

Namun di balik kegigihan akan rencana kita? Dia juga yang punya kuasa! Bagi saya Dia sedang berkirim pesan sederhana? Jangan dunia sekali wahai pemirsa? Jangan patentengan kalian di dunia? Jangan sombong kalian di dunia? Rencana yang depan mata pun bisa Dia batalkan? Rencana di ujung mulut pun Dia batalkan? Di ujung tulisan tak seberapa ini? Sadar benar saya akan kuatnya Dia?

Akhirnya? Saya punya rencana? Akan merencanakan beri hadiah kepada pemirsa? Bagi siapa yang dapat menghitung? Ada berapa kata rencana dalam tulisan tak seberapa ini? Walau hadiahnya pun masih rencana tapi telah saya rencanakan? Silakan di coba? Ada berapa rencana Anda yang tertunda? (*)

*Pendapat pribadi penulis, ditulis di tengah-tengah padatnya rencana kerja yang tertunda.

Loading...

Komentar Facebook