Selamat Jalan Nadi Atletik Indonesia!

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dunia Olah Raga Indonesia khususnya cabang atletik dikejutkan dengan meninggalnya Bob Hasan pada Selasa (31/03/2020), di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Loading...

Pria kelahiran Semarang, itu tutup usia pada 89 tahun setelah menderita serangan kanker yang telah menjalar ke beberapa bagian tubuh.

Semasa hidupnya, almarhum Muhammad Hasan adalah salah satu dari sedikit pengusaha tajir yang membaktikan diri tanpa pamrih untuk olah raga Indonesia khususnya atletik.

Bob Hasan merupakan warga Indonesia keturunan Tionghoa. Sebelum memeluk agama Islam, Bob, memiliki nama Tionghoa Kian Seng.

Sejak kecil beliau diasuh sebagai anak oleh Jenderal Gatot Subroto. Dia pun juga sangat dekat dengan mantan Presiden kedua yakni Soeharto.

Bob adalah pemilik Kalimanis Group yang menguasai lebih dari 2 juta hektare (ha) lahan hutan di Kalimantan. Bob Hasan adalah pengusaha ulung di industri kayu sehingga pernah dijuluki Raja Hutan Indonesia.

Dedikasi Bob Hasan untuk atletik Indonesia tiada tandingnya. Bob, seringkali secara mandiri membiayai kebutuhan asosiasi termasuk para atlet karena minimnya dukungan dari pemerintah, seperti kasus Zohri.

Setiap tahunnya, pebisnis ini merogoh hingga Rp10 miliar dari kantongnya untuk membiayai PASI agar bisa mengikuti kegiatan turnamen dan pembinaan atlit.

Biaya tersebut digunakan untuk melakukan scouting atau pencarian bakat ke seluruh Indonesia, sampai ke pelosok negeri.

Talenta-talenta berbakat ini akan diberi pelatihan, biaya akomodasi, dan biaya hidup untuk pelatihan khusus di Jakarta.

Berkat tangan dingin bob, atletik tanah air akhirnya menemukan Zohri yang sukses bikin bangga Indonesia.

Kedekatan Bob dengan Zohri bahkan sudah seperti ayah dan anak satu sama lain. “Saya sudah anggap beliau seperti ayah sendiri”, ucap Lalu kepada ANTARA, Selasa (31/03/2020).

Pelari Putri Indonesia, Triya Ningsih memuji totalitas dan dedikasi Bob Hasan kepadan Atletik Indonesia. “Pak Hasan itu totalitas banget. Perhatian kepada semua atlet,” ungkap Triyaningsih seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (31/03/2020).

Tak hanya itu, mantan sprinter Indonesia, Suryo Agung Wibowo yangn pernah mencatatkan diri sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara itu bahkan mengaku sudah menjadikan Bob Hasan sebagai panutan dalam hidupnya.

“Seumur hidupnya beliau dedikasikan diri untuk kemajuan atletik Indonesia, sulit mencari sosok seperti beliau,” ucap Suryo.

Semasa hidupnya Bob Hasan pernah berpesan kepada para atletnya agar memakai uang hasil jerih payahnya untuk usaha, ketimbang dihabiskan tak karuan dan berakibat buruk pada masa mendatang.

“Cobalah untuk usaha, misalnya bangun rumah tingkat untuk kos-kosan atau dipakai buka usaha lain. Jadi, kalau dia sudah pensiun lari, kehidupannya terjamin dan tidak terlantar di jalan,” ucap Bob Hasan.

Untuk diketahui, Bob Hasan adalah nadi bagi atletik Indonesia. Sejak 1978 Bob telah menjabat Ketua PASI hingga dia meninggal dunia.

Lewat tangan dingin Bob, atletik Indonesia sangat disegani dikawasan asia pasifik. Sederet nama besar seperti Mardi Lestari, Purnomo dan teranyar Lalu Muhammad Zohri.

Purnomo mengukir prestasi di Olimpiade Los Angeles 1984 di Amerika Serikat. Dia menjadi wakil Asia pertama di semifinal 100 meter putra.

Lalu Muhammad Zohri Zohri menjuarai lari 100 meter dalam kejuaraan dunia atletik U-20 di Finlandia pada 2018.

Kemudian, Mardi Lestari mengikuti jejak Purnomo dengan menjadi satu-satunya sprinter Asia di semifinal Olimpiade Seoul 1988.

Puncaknya adalah munculnya nama Lalu Muhammad Zohri yang berhasil menggebrak pentas dunia. Setelah Zohri menjuarai lari 100 meter dalam kejuaraan dunia atletik U-20 di Finlandia pada 2018. (*)

Loading...

Komentar Facebook