Takut Wabah COVID-19, Warga Tutup Pintu Masuk Gang

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Pemberlakuan penutupan sementara 12 titik jalan di kota Medan sejak Sabtu (28/3) lalu menimbulkan persoalan baru. Pasalnya, warga ikut-ikutan menutup pintu masuk gang.

Loading...

Dari pantauan publika.co.id pada hari senin (30/3), beberapa pintu masuk jalan gang ditutup. Salah satu contoh, warga menutup pintu masuk gang Amal di jalan Sakti Lubis Medan. Pintu masuk gang itu ditutup dengan bentangan bambu dan spanduk bertuliskan “warga ingin sehat”.

Tidak hanya gang Amal, beberapa gang di jalan Sakti Lubis juga ditutup spanduk dengan isi tulisan hampir serupa; “Kami juga ingin sehat”.

Belum diketahui apakah penutupan jalan gang itu disetujui oleh Kepala Lingkungan atau pemerintah setempat atau tidak.

Kondisi macet parah dan penutupan jalan protokol dan gang itu mulai dikeluhkan warga Medan.

“Macet pak, jalan SM Raja simpang jalan Sakti Lubis ditutup. Ini mau cari jalan motong (pintas) dari gang. Tapi tutup juga. Ditutup masyarakat, takut kena virus corona katanya”, ujar Abdullah, warga yang melintas dari Sakti Lubis menuju kampus UISU di jalan SM Raja.

Penutupan 12 jalan protokol itu dimaksudkan untuk membatasi ruang gerak masyarakat agar tidak terpapar wabah COVID-19.

Penutupan jalan diberlakukan mulai dari jam 09.00 hingga 15.00 WIB dan pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.

Seperti diberitakan Kompas.com, sabtu (28/3), khusus area Simpang Limun, termasuk simpang jalan SM Raja – Sakti Lubis, dipantau langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan dan juga Komandan Kodim serta dilakukan pemantauan melalui area traffic control system (ATCS). (*)

Loading...

Komentar Facebook