Balada Said Didu, Beda Kritik Dengan Fitnah

Oleh : Fery W [Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik dan Budaya]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Negeri berflower +62 ini memang unik, di tengah bencana non alam pandemi Covid-19. Alih-alih bersatu malah saling serang tak berkesudahan. Rupanya perbedaan pilihan politik  masih membekas sangat dalam, dan mungkin tak akan pernah hilang sampai hayat di kandung badan.

Loading...

Silang sengketa terus dikumandangkan, yang satu menganggap apapun yang dilakukan oleh pemerintah Jokowi selalu salah sebaik apapun kebijakan dan implementasinya.

Di pihak lain, terus mencari pembenaran sesalah apapun kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Jokowi.

Padahal semua orang juga tahu bahwa pemerintahan Indonesia ini masih dipimpin oleh manusia, yang tak mungkin salah terus karena mereka memang bukan setan, dan tak mungkin juga mereka benar terus karena bukan malaikat.

Dalam situasi seperti ini, di tengah katastropi seharusnya kita sama-sama bersatu melawan musuh yang tak kasat mata, virus corona seri terbaru SARS -NCov-2.

Kebersamaan dan soliditas adalah sebuah keniscayaan dalam menghadapi bencana ini, kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah menjadi kunci berhasil tidaknya kita semua menghadapi bencana pandemi Covid-19.

Pemerintah pun seharusnya bertindak lebih tegas dan jernih dalam menghadapi situasi seperti ini, sinkronisasi kebijakan sangat dibutuhkan.

Ketika Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa  cara paling ampuh dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah dengan cara menjaga jarak satu individu dengan individu lain (Sosial distancing atau Physical distancing)

Dan kemudian di adopsi oleh seluruh negara di dunia termasuk Indonesia dengan memodifikasi cara tersebut yang disesuaikan dengan kondisi negara masing-masing, dan untuk melakukannya di butuhkan kepercayaan dari masyarakat kepada negaranya.

Akan menjadi sebuah tantangan tersendiri ketika masyarakat tak lagi mempercayai pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini.

Nah, lucunya pihak yang menamakan dirinya oposisi terus menerus mendegradasi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahnya. Kondisi ini sebetulnya bisa memperparah keadaan. [*]

Loading...

Komentar Facebook