Tak Boleh Lagi Angkut Penumpang, Pengemudi Ojol Minta Insentif

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah melarang Ojek Online (Ojol) untuk mengangkut penumpang, praktis Ojol hanya boleh melayani pesan antar makanan dan barang akibat dampak penyebaran virus corona.

Loading...

Aturan ini dituangkan dalam Permenkes Nomor 9/2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengatur peliburan tempat kerja, dengan pengecualian. Di antara yang dikecualikan ialah layanan ekspedisi ojek online untuk barang bukan penumpang.

Merespons itu, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono menekankan mesti ada insentif bagi para pengemudi ojol yang kini juga tengah dalam kondisi sulit. Sebab, penghasilan yang normalnya Rp 200 ribu per hari kini jadi hanya sampai setengahnya, belum lagi dipotong biaya operasional.

“Pemerintah memberikan kompensasi penghasilan kepada para pengemudi ojol, berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang besarannya 50 persen dari penghasilan normal kami, nilai besaran BLT yang kami harapkan yaitu Rp. 100.000 per hari,” ujar Igun kepada kumparan, Senin (6/4)

Tak hanya itu, pihaknya pun meminta kepada aplikator untuk menonaktifkan fitur penumpang dan terus lakukan sosialisasi aplikasi layanan order makanan dan barang. Sebab, menurutnya hal ini merupakan kewajiban dari aplikator sebagai penyedia aplikasi.

“Agar permintaan order makanan maupun pengiriman barang dapat meningkat sebagai sumber penghasilan mitra ojol agar terus dapat mencari nafkah dan menjaga penghasilan driver ojol agar tidak terus turun drastis akibat dari aturan PSBB,” tegasnya.

Di satu sisi, agar beban yang ditanggung ojol tak kian berat Ia pun berharap aplikator bisa mengurangi potongan dari aplikator yang selama ini mencapai 20 persen menjadi hanya separuhnya.

“Aplikator (kami harapkan) menerapkan potongan penghasilan kami maksimal 10 persen atau kalo perlu tanpa ada potongan pendapatan dari aplikator, karena saat ini pendapatan kami masih dipotong 20 persen oleh pihak aplikator,” ujarnya. [*]

Loading...

Komentar Facebook