Abdullah Sitorus: Pemko Medan Permalukan Rakyat Miskin

Pemko Medan didesak meminta maaf kepada rakyat miskin di Medan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Pembagian beras kepada masyarakat yang digelar Pemerintah Kota Medan (Pemko Medan) akhirnya berbuah cibiran dan kecaman keras dari berbagai pihak.

Loading...

Pasalnya pembagian beras itu dilakukan dengan cara penerima beras diphoto dengan sebuah poster bertuliskan “Saya Keluarga Tidak Mampu” dinilai mencederai hak rakyat dan bisa diterjemahkan mempermalukan masyarakat penerima bantuan itu.

Hal tersebut disampaikan tokoh muda Muhammadiyah Sumatera Utara, Abdullah Sitorus, kepada media Kamis (9/4) di Medan.

Abdullah dengan nada kesal dan kecewa menilai perlakuan Pemko kepada masyarakat miskin tersebut mempertegas ketidakberpihakan Akhyar Nasution sebagai Pelaksana tugas Wali Kota Medan kepada masyarakat miskin.

Photo pemberian bantuan beras kepada masyarakat miskin di Kota Medan, Pemko Medan dinilai mempermalukan rakyat miskin

“Sikap Pemko Medan dibawah kepemimpinan Akhyar Nasution itu mempertegas bahwa Pemko Medan setengah hati dan bisa dibilang terpaksa memberikan bantuan itu,” beber Abdullah.

Lebih lanjut menurutnya kejadian itu jelas-jelas ingin mempermalukan masyarakat miskin dan merendahkan mereka, padahal Pemko Medan hanya memberikan sekarung beras saja.

Ironisnya, kejadian memfoto warga penerima beras Pemko Medan itu tidak hanya terjadi di satu kecamatan. Artinya, ada kesan bahwa tindakan memfoto dengan kalimat melecehkan tersebut sengaja mendapat instruksi khusus.

“Kita kecewa kepada Plt Walikota Medan yang sampai saat ini juga terkesan bungkam soal foto itu. Padahal sebelumnya dia pamer foto di depan gudang saat penyerahan beras,” kata Abdullah.

Jika foto seperti itu bertujuan untuk pendataan agar oknum tidak mengaku-ngaku miskin, Abdullah justru menilai ini sebagai indikasi kebobrokan birokrasi Pemko Medan.

“Bahkan ada warga sedang terbaring sakit pun difoto bersamaan kertas dengan kalimat yang sama. Indikasinya Pemko Medan tak punya data yang valid soal warga miskin,” kata Abdullah.

Abdullah menegaskan jika Plt Walikota Medan tidak meminta maaf maka pihaknya bersama berbagai elemen lain mengancam akan melaporkan kejadian itu ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM).

“Kami minta pak Akyar sebagai Plt Walikota segera meminta maaf kepada rakyat miskin di Medan, jika tidak kami akan segera menempuh jalur hukum,” tegasnya lagi.

Abdullah yang juga Wakil Ketua AMG Sumut itu turut meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegur Plt Walikota Medan Akhyar Nasution.

“Ya harus ditegur. Ini kan melanggar hak asasi manusia,” tandas Abdullah. [red/sd/rel]

Loading...

Komentar Facebook