Balita 2 Tahun PDP Corona Meninggal di RSUP Adam Malik Medan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Bayi di bawah lima tahun (Balita) berusia 2,5 tahun yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Suspect Corona meninggal dunia di RSUP H. Adam Malik, Minggu (12/4) dinihari. Ini menjadi kasus pertama PDP Covid-19  di Sumut yang merenggut nyawa anak-anak.

Loading...

Kassubag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak, membenarkan adanya bayi yang meninggal di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini. Pasien ini kata dia baru masuk dan dirawat di ruang isolasi, Sabtu (11/4) pukul 16.00 WIB.

“Namun dini hari tadi, pasien meninggal dunia,” ungkapnya kepada wartawan

Rossa menuturkan, selain punya gejala yang mengarah ke Covid-19, pasien juga memiliki riwayat penyakit jantung. “Makanya status pasien adalah PDP,” jelasnya.

Disinggung soal adanya dilakukan rapid test, Rossa menyatakan tidak ada dilakukan. Hanya saja, sambung dia, tim medis RSUP Haji Adam Malik sudah mengambil swab bayi malang tersebut untuk diperiksa apakah benar positif terpapar Covid-19 atau tidak.

“Untuk swabnya, tadi langsung diambil untuk memastikan positif atau bukan,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data update RSUP Haji Adam Malik, saat ini mereka merawat 10 orang PDP dan 3 orang pasien positif Covid-19.

Dengan meninggalnya bayi 2,5 tahun ini, maka jumlah PDP yang wafat bertambah menjadi 2 dan pasien positif yang wafat tetap 3 orang, serta yang sembuh masih 8 orang. [*]

Loading...

Komentar Facebook