Habis Semprot Disinfektan, Seorang Kades di Labura Coba Perkosa Warganya, Begini Kronologisnya

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, AEK KANOPAN – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara hingga saat ini belum memberikan sanksi kepada oknum Kepala Desa berinisial W yang sebelumnya melakukan percobaan pemerkosaan kepada warganya.

Loading...

Sebelumnya Kepala Desa Perkebunan Halimbe, Kecamatan Aeknatas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, melakukan tindak senonoh kepada warganya.

Kades berinsial W itu mencoba memperkosa warganya berinisial S, usai melakukan penyemprotan disinfektan pada, Senin (30/3). Peristiwa itu dibenarkan Camat Aeknatas Rojali saat dikonfirmasi.

“Kejadiannya dua minggu lalu, lebih kurang,” ujar Rozali saat dikonfirmasi wartawan Senin (13/4).

“Kalau sanksi secara pemerintahan sampai saat ini belum ada,” kata Rojali

Rojali mengatakan, oknum Kades itu baru sekadar mendapatkan teguran lisan. Namun Rojali tidak menjabarkan alasan mengapa sanksi belum diberikan.

“Secara tertulis belum ada (sanski), kalau teguran (ada) gitu. Cuma secara lisan sudah kita sampaikan, gitu saja lah, Pak,” ungkap Rojali.

Dugaan pemerkosaan yang dilakukan Kades W terhadap S bermula saat aparat Desa Halimbe bekerjasama dengan pihak swasta, melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah warga, dalam rangka pencegahan COVID-19.

Usai melakukan penyemprotan ke rumah warga bernisial S, Kades tertarik dengan korban. Kebetulan saat itu suami S sedang tidak ada di rumah. Munculah niat W memperkosa S.

“Jadi selesai penyemprotan kawannya keluar dari rumah korban. Setelah itu dia (Kades) minta air minum kepada si korban. Kemudian entah setan apa yang merasukinya. Dia menarik korban ke kamar,” ungkap Rojali .

Setelah memaksa menarik korban ke kamar, spontan anak dari korban yang melihat kejadian itu menjerit, hingga menghalangi niat oknum kades itu melakukan perbuatannya

Kemudian ada anaknya menjerit, mungkin karena itu terhalang niat dari si Kades. Perempuan ( itu) lalu terjatuh, sebab (lantai) dalam keadaan licin, habis disemprot (disinfektan). Kasarnya seperti itu kronologinya,” ujar Rojali.

Setelah kejadian itu, sepengetahuan Rojali, korban melaporkan perbuatan W ke Polsek Aeknatas, lalu kemudian kedua pihak sepakat berdamai.

” Ya, antara si korban dan pelaku sudah berdamai,” ungkap Rojali

Secara terpisah, Kapolsek Aeknatas AKP, Jhonny Pasaribu, saat dikonfirmasi lewat saluran telepon belum menjawab panggilan wartawan. [*]

Loading...

Komentar Facebook