Data Corona di Sumut 19 April: 104 Positif, 10 Meninggal, 13 Sembuh

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Angka pasien positif corona di Sumatera Utara meningkat menjadi 104 orang. Naik 1 kasus dari sehari sebelumnya, Sabtu (18/4/2020).

Loading...

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Utara mengupdate jumlah kasus corona Minggu (19/4/2020), jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menurun dari 146 menjadi 139.

Data kasus corona di Sumatera Utara per 19 April 2020

” (Jumlah) Angka PDP bersifat dinamis, bisa meningkat bisa menurun jumlah PDP itu. Saat ini 139 PDP itu dirawat di rumah sakit yang ada di Sumatera Utara,” ujar Jubir Gugus Tugas Sumut Whiko Irwan.

Whiko mengatakan jumlah PDP terbanyak berasal dari Medan sebanyak 70 PDP kemudian Kabupaten Simalungun sebanyak 18 orang dan Kabupaten Deli Serdang 17 orang.

Sementara itu kabar baik datang dari jumlah pasien sembuh, angkanya, bertambah satu, dari yang sebelumnya 12 menjadi 13 orang, sedangkan jumlah pasien meninggal tidak mengalami perubahan, sama seperti data sebelumnya 10 orang.

Infografis data sebaran kasus corona di Sumatera Utara per 19 April 2020, berdasarkan Kabupaten/Kota.

“Pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia sebanyak 10 orang dan pasien positif COVID-19 yang sembuh ada 13 orang,” ujar Whiko.

Kemudian kata Whiko, untuk pasien positif mengalami peningkatan dari sebelumnya 103 menjadi 104 orang. Berdasarkan metode PCR 81 orang lalu 23 lainnya dari hasil rapid test.

Kemudian untuk orang dalam pemantauan (ODP)juga naik, dari sebelumnya 2.259 menjadi 2.509 orang.

Dalam keterangannya Whiko juga menyampaikan bahwa angka penderita corona di Sumut terus mengalami peningkatan. Namun masih banyak masyarakat yang mengabaikan dan tidak menyadari bahaya corona.

” Karena itu Dinas Kesehatan Sumut bersama Gugus Tugas mengimbau instansi atau organisasi sosial dan pelaku usaha membantu pemerintah untuk menyosialisasikan dengan mengajak masyarakat melakukan upaya pencegahan, itu dapat dilakukan lewat spanduk pamflet, banner dan baliho,” ujar Whiko.

Dia juga meminta pelaku usaha untuk mewajibkan pegawainya menggunakan masker, begitu juga pada pelayanan umum seperti minimarket dan swalayan.

“Agar hanya melayani pelanggan yang hanya menggunakan masker,” harap Whiko. [*]

Loading...

Komentar Facebook