Survei: Cara Anies Paling Tepat Tangani Corona

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Median Gubernur DKI Jakarta dinilai paling tepat dan tanggap dalam mengatasi virus corona di Indonesia.

Loading...

Survei tersebut melakukan penelitian dengan mengambil data seseorang terkait persepsi publik atas penanganan wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia. Tema inti yang diambil dalam penelitian itu yakni, terkait kinerja pemerintah pusat, PSBB vs Lockdown, Darurat Sipil, dan Mudik.

Dalam survei tersebut, Median mempertanyakan ke responden siapa kepala daerah yang paling tepat caranya dalam menangani wabah corona. Berdasarkan hasil survei Median, ada 22 kepala daerah yang masuk dalam nominasi tersebut.

“Pertanyaannya, siapa kepala daerah (gubernur, wali kota, atau bupati) yang Anda sukai atau paling tepat cara menangani wabah corona,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, di Jakarta, Minggu (26/4/2020).

Dari survei itu, mayoritas responden menjawab bahwa Gubernur DKI, Anies Rasyid Baswedan paling tepat caranya dalam menangani virus corona. Anies mendapat persentase sebanyak 24,1 persen dari responden.

“Publik memang mempersepsi Anies Baswedan sementara ini sebagai yang paling kuat karena publik melihat Anies Baswedan yang paling cepat tanggap dan pertama kali berinisiatif mengambil langkah PSBB,” ujar Rico.

Di urutan kedua, ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang paling dipercaya publik dalam menangani Covid-19. Ganjar mendapat persentase angka 9,6 persen. Sementara di urutan ketiga, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendapat kepercayaan dari publik 8,9 persen.

Di urutan selanjutnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendapat kepercayaan publik sebanyak 8,0 persen. Kemudian, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendapat 3,7 persen; Wali Kota Tegal Dedi Yon Supriyono 2,1 persen.

Lantas, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru 1,1 persen; Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi 1,1 persen; Gubernur Jambi Fachrori Umar 1,1 persen; Gubernur NTB Zulkifli Mansyah 0,5 persen; Wali Kota Kendari Sulkarnain 0,5 persen; Wali Kota Mataram TGH Ahyar Abduh 0,5 persen; Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah (0,5).

Di urutan selanjutnya, Wali Kota Bandung Oded; Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah; Gubernur Papua Lukas Enembe; Wali Kota Solo, FX Rudi Rudyatmo; Gubernur Babel Erzaldi Rosman; Gubernur Sumut Edy Rahmayadi; Bupati Kukar Edi Darmansyah; Wali Kota Jayapura Benhur Tomy Mano; serta Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, masing-masing mendapat 0,5 persen kepercayaan publik.

“Sementara yang tidak menjawab atau tidak tahu, ada 33,3 persen,” ucapnya.

Metodologi yang dilakukan lembaga survei Median yakni, dengan mengambil responden yang dipilih secara acak dari yang sebelumnya melalui nomor telepon. Ada 20.658 nomor telepon yang dikantongi oleh Median.

Dari 20.658, diambil 800 nomor telepon responden dengan margin of error sebesar -/+ 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan data sendiri dilakukan sejak 6 hingga 13 April 2020. Pengambilan data itu ketika Covid-19 sudah mulai mewabah di Indonesia. [*]

Loading...

Komentar Facebook