Sudah 1 Juta Warga AS Positif Corona

Presiden Trump sebut AS bakal tuntut ganti rugi ke China buntut wabah virus corona

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins per Selasa (28/4/2020) Jumlah kasus positif virus Corona di Amerika Serikat mencapai 1 juta kasus.

Loading...

Dikutip dari laporan AFP pada Rabu (29/4/2020), angka pasien yang terkonfirnasi positif terinfeksi virus corona di Amerika Serikat mencapai angka 1.002.498 orang. Dari jumlah itu sebanyak 57.000 orang dilaporkan tewas setelah terinfeksi virus corona.

Sebelumnya, AS telah mencatat 987.022 kasus infeksi Corona pada Senin (27/4/2020) malam waktu setempat. Saat itu, jumlah total kematian terkait COVID-19 di AS tercatat sebanyak 56.144 kematian.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan ada kemungkinan AS akan menuntut China dan meminta negara itu membayar ganti rugi dalam jumlah besar atas kelalaiannya menangani wabah virus corona.

Bahkan Trump menyatakan jumlah tuntutannya bisa lebih besar dari yang disebutkan oleh seorang editor media terkemuka Jerman yang baru-baru ini meminta China membayar ganti rugi ke Jerman senilai US$ 165 miliar atau sekitar RP 2.475 triliun untuk menutupi kerugian ekonomi Jerman akibat pandemi virus corona.

“Jerman melihat beberapa hal, kami melihat beberapa hal juga,” katanya, menurut AFP, Senin (27/4/2020). “Kami berbicara tentang lebih banyak uang daripada yang dibicarakan Jerman.”

Namun demikian Trump menyatakan dirinya belum bisa menentukan jumlah akhir dari biaya kompensasi tersebut.

“Ini sangat substansial.” kata Trump. “Ini kehancuran dunia. Ini kehancuran Amerika Serikat, tetapi ini juga kehancuran dunia.”

Dalam briefing di Gedung Putih itu, Trump juga kembali menekankan rasa tidak sukanya pada cara China menangani wabah. Pebisnis real estate itu juga mengatakan bahwa China seharusnya bisa mencegah penyebaran wabah di awal sehingga situasi saat ini seharusnya tidak terjadi.

“Kami tidak senang dengan China. Kami tidak senang dengan seluruh situasi itu karena kami percaya itu bisa dihentikan di sumbernya.

“Itu bisa dihentikan dengan cepat dan itu tidak akan menyebar ke seluruh dunia,” katanya. [red]

Loading...

Komentar Facebook