Direskrimsus Polda Sumut Seret Nama Bupati Andi Suhaimi Dalam Kasus OTT Kadis Perkim Labuhanbatu

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Nama Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe ikut terseret dalam kasus dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Plt Kadis Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Faisal Purba yang sudah dilimpahkan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).

Loading...

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumut Kombespol Roni Samtana mengatakan, telah memasukkan nama Andi Suhaimi dalam berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam perkara  OTT Plt Kadis Perumahan dan Pemukiman Perkim Faisal Purba.

“Perkara tersebut tetap dikategorikan menjadi kasus tindak Pidana Korupsi pasal 12 e,” ucap Roni kepada wartawan di Medan, Kamis (30/4/2020).

Roni menjelaskan bahwa perkara tersebut di BAP sebagai kasus korupsi pemerasan dengan menyalahgunakan jabatan. Bukan perkara pemerasan sesuai KUHP pasal 368.

“Berkas perkara kasus OTT dugaan fee proyek pembangunan RSUD Rantauprpat tersebut, juga sudah dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU ) di Kejati Sumut, saat ini tinggal menunggu P21 dari Jaksa,” ungkapnya.

Terkait status Bupati Andi Suhaimi Dalimunthe, Roni menjelaskan semua bergantung proses penyidikan yang dilakukan polisi.

Sehingga saat ini penyidik terlebih dahulu fokus untuk menyelesaikan berkas perkara kasus OTT Plt Kadis Perkim Faisal Purba segera P21 di Kejatisu.

“Masuk. Mohon doa dan dukungannya, biar berkas perkaranya gak bolak balik lagi ya,”tuturnya.

Terkait dugaan keterlibatan Bupati Andi Suhaimi Dalimunthe dalam menyuruh serta menetapkan fee proyek dari jumlah pagu anggaran pekerjaan pembangunan RSUD Rantauprapat yang dikenakan kepada rekanan, Roni menjawab diplomatis.

“Mohon maaf Bang. Hal itu sudah masuk materi penyidikan. Salah nanti saya, kalo saya jelaskan. Mohon maaf ya,” tegasnya.

Untuk diketahui, saat ini sejumlah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan tokoh masyarakat di Labuhanbatu sedang mempersiapkan pengumpulan tanda tangan dukungan dari masyakat untuk mengajukan gugatan, jika penyelikan polisi tidak sampai kepada Bupati Andi Suhemi Dalimunthe dalam kasus OTT yang melibatkan Faisal Purba.

“Sekarang kami LSM, sudah sepakat untuk mengupulkan tanda tangan warga untuk mengajukan gugatan itu. Jadi kami sedang menunggu perkembangan penyedikan polisi,” kata H Hasibuan.

Sementara itu, Penasehat Hukum (PH) Bupati Andi Suhaimi Dalimunthe dan Plt Kadis Perkim Faisal Purba  Guntur Rambe saat diminta tanggapannya, terkait terseretnya nama Andi Suhemi, masih enggan memberikan komentarnya.”Dari mana infonya? iya, tapi belum P21,”ujarnya singkat.

Sebelumnya, Polda Sumatera Utara (Sumut) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT)  terhadap Plt Kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Labuhanbatu, Faisal Purba di Cafe Millenial di SM Raja Rantauprapat, Senin, (2/3/2020) sore.

Saat itu polisi mengamankan barang bukti uang sebanyak Rp40 juta yang dimasukkan dalam amplop coklat bertuliskan Ilham Nasution, PT Telaga Pasir Kuta dan cek sebesar Rp1,4 miliar lebih yang diduga sebagai fee proyek pembangunan RSUD Rantauprapat.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja Sik kala itu mengatakan, Plt Kadis Faisal Purba ditangkap bersama dua  rekannnya, yakni, Zefri Hamsyah PNS Staf di Bagian Umum Dinas Perkim Kab Labuhanbatu selaku Penerima uang, Kurnia Ananda Pegawai Honor di Dinas Perkim Kab Labuhanbatu, supir yang mengantarkan penerima uang diduga fee proyek pembangunan RSUD Rantauprapat.

“Yang memerintahkan Jefri dan Kurnia mengambil uang, Faisal Purba Plt Kadis Perkim Kabupaten Labuhanbatu,” kata Tatan Dirsan kala itu. [red]

Loading...

Komentar Facebook