Kasus Corona di Medan Makin Parah, HMI Sumut: Kinerja Pemko Lambat, Masyarakat Jadi Semakin Menderita

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

MEDAN, PUBLIKA.CO.ID- Kota Medan masih terus bertahan dalam status zona merah Corona. Hal tersebut membuat banyak pihak gerak sekaligus memberi kritik tajam, termasuk dari Ketua Umum Badko HMI Sumut M. Alwi Hasbi Silalahi.

Loading...

Kepada Harian SIB, Alwi mengatakan bahwa kinerja Pemko Medan sangat buruk dalam menangani pandemi Covid 19.

“Segenap jajaran Pemko Medan harus menjalankan strategi yang lebih baik. Walikota fokus urus Corona, jangan hal lain yang diurus,” katanya.

Hasbi menegaskan, jika Walikota Medan Akhyar Nasution tidak sanggup menjalankan tanggung jawabnya, sebaiknya jujur agar Pemerintah Provinsi ataupun pusat dapat memberikan bantuan dan solusi.

“Jangan cuma banyak cakap dan marah-marah. Tidak selesai masalah. Corona ini bukan hanya buat kondisi kesehatan Kota Medan bermasalah, tapi juga kondisi ekonominya,” tegas Hasbi.

Alwi juga menilai bahwa Kota Medan menjadi salah satu penyebab Sumut belum bisa menerapkan konsep New Normal sepenuhnya.

“Kota Medan dan masyarakatnya sangat butuh untuk bangkit kembali. Kinerja Pemko Medan yang lambat membuat masyarakat semakin menderita,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali merilis data sebaran virus Corona (Covid-19). Saat ini semua kecamatan di Kota Medan masuk dalam zona merah corona.

Dilihat pada Sabtu (6/6), peta sebaran virus Corona ini dibuat berdasarkan data per Jumat (5/6). Terlihat dalam peta sebaran, ke-21 kecamatan di Kota Medan sudah diberi warna merah.

Sementara itu, pasien positif corona di Kota Medan hingga kini berjumlah 340 orang. Dari jumlah itu, 200 pasien masih dirawat di rumah sakit (RS), 113 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 27 orang dinyatakan meninggal dunia.

Pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Medan yang masih dirawat berjumlah 78 orang. PDP yang dinyatakan meninggal dunia berjumlah 65 orang.

Terdapat juga 16 orang yang masuk dalam proses pemantauan selaku ODP corona. Orang tanpa gejala (OTG) yang masih dalam proses pemantauan dengan jumlah 315 orang. (rel)

Loading...

Komentar Facebook