GMKI Apresisasi Langkah Bupati Dairi Tangani Pandemi

Eddy Keleng Ate Berutu Fokus pada Ketahanan Pangan di Dairi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

MEDAN, PUBLIKA.CO.ID – Memasuki New Normal,Sumatera utara berangsur-angsur kembali membaik. Terkhusus pada daerah zona hijau, seperti Kabupaten Dairi. Dengan kondisi terakhir, pemerintah Kabupaten Dairi tidak lagi menemukan adanya kasus Virus Corona COVID-19.

Loading...

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumatera Utara – NAD menyikapi penerapan new normal di beberapa kabupaten/kota Sumatera Utara dengan melakukan webinar Zoom bertajuk “Pemimpin Di Badai Pandemi, Sumatera Utara Bangkit”, Rabu (24/6/2020). Webinar ini di selenggarakan menilai bagaimana kebijakan dan kesiapan daerah dalam penanganan Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Bupati Tapanuli Utara, Bupati Tapanuli Selatan, Bupati Tapanuli Tengah, Bupati Karo, Bupati Dairi, Direktur Pascasarjana USU Prof, Dr. Robert Sibarani dan ketua komisi kejaksaan RI Dr Barita Simajuntak yang mengulas kesiapan Sumut terutama daerah dalam menyambut imbauan pemerintah New Normal 1 Juli 2020 mendatang.

Dalam keterangannya, Bupati Eddy Keleng Ate Berutu menjelaskan bahwa ada penurunan trend kasus Covid di Dairi. Selain itu, prestasi lain yang perlu diketahui adalah Kabupaten Dairi tidak mencatatkan adanya korban jiwa akibat virus Corona jenis baru. Menurut data terakhir, Dairi melaporkan kasus Virus Corona COVID-19 dengan 0 kasus kematian Pasien positif namun ada pasien yang berhasil sembuh.

“Kami fokus untuk memperkuat ketahanan pangan selama pandemi ini, kami sudah persiapkan kebijakan alternatif dalam pemanfaatan lahan, inovasi teknologi agar petani dan masyarakat dairi tercukupi hingga sampai menjaga stabilitas Harga Pangan di Dairi selama masa penerapan New Normal nanti” ujar Eddy

Selanjutnya, menurut Eddy Berutu , pemerintah Dairi cukup tanggap dan berani membuat lebih kurang 10 kebijakan di saat kabupaten lain masih belum mengeluarkan aturan semacam itu. Ia mengatakan, waktu Virus Corona baru ini masih sedikit di sumur, pemerintah Dairi sudah memutuskan untuk melarang adanya perayaan ibadah di Mesjid dan Gereja hingga kebijakan pelaporan covid menggungakan Aplikasi .

Selain itu, masyarakat secara luas juga dapat mengakses data terakhir di wilayah dengan lingkup terkecil sekitar mereka. “Jadi misalnya di satu kecamatan, kita bisa tahu ada atau tidaknya kasus,” ucap Eddy.

Berkaitan dengan penerapan New Normal, Gito dan Eddy sepakat bahwa perlindungan terhadap ekonomi masyarakat juga harus dilindungi untuk membuat masyarakat bangkit, dan tetap harus menggunakan protokoler kesehatan dalam setiap aktifitas sehari hari.

“Kami akan memperkuat upaya-upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk pemahaman tentang apa new normal dan apa itu hidup berdamai dengan Covid-19 terlebih dahulu, dan kami berharap bisa bekerja sama baik dengan pemerintah setempat dalam penyuluhan New Normal ini” tutup Gito

Loading...

Komentar Facebook