Aneh, PTPN II Lakukan Okupasi Di Laham Eks HGU

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, STABAT – Dengan dalih sebagai pengamanan aset Negara, PTPN II melakukan pembersihan lahan (Okupasi) di lahan yang berstatus Hak Guna Usaha (HGU). Namun baru-baru ini PTPN II melakukan tindakan di luar kewenangan dan mengada-ada yaitu mengokupasi lahan yang diketahui sebagai lahan EKS HGU di Kwala Bingei Stabat pada senin, 29 Juni 2020. Hal ini disampaikan Ketua Kelompok Tani Karya Tani II Irianto di stabat.

Loading...

“ PTPN II secara membabi buta mengruduk lahan yang telah diusahai warga dengan mengerahkan alat berat dan aparat pengamanan mengenakan baju loreng, merusak tanaman petani tanpa pemberitahuan apapun sebelumnya kepada kelompok tani” ungkap Irianto.

“ Sangat aneh dan tidak bertanggungjawab, mengapa PTPN II nekad melakukan Okupasi pada lahan Eks HGU kami, padahal disekitar Kwala Bingei masih banyak lahan yang jelas-jelas masih berstatus HGU tidak pernah disentuh sama sekali selama bertahun tahun”.
Dalam melakukan pembersihan areal HGU, PTPN II seharusnya melakukannya sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) dari pertemuan, himbauan dan surat peringatan kepada masyarakat penggarap bahkan jika perlu mendirikan plank peringatan bahwa akan dilakukan okupasi. “Tetapi ini pemberitahuan sama sekali, bahkan PTPN II melakukannya tanpa pengawalan kepolisian”, jelas Irianto.

Akibat okupasi ini para petani mengalami kerugian yang sangat besar, karena petani sudah sempat menanami lahan dengan berbagai tanaman pertanian seperti Jagung dan Pisang.

Oleh perlakuan PTPN II ini, pihak petani melalui Kelompok Tani Karya Maju II akan melaporkannya kepada pihak Kepolisian Polres langkat dan pihak penegak hukum lainnya.

Seperti diketahui bahwa saat ini terdapat lahan seluas 5.873 Hektar yang merupakan Eks HGU karena sudah dikeluarkan dari HGU PTPN II sesuai dengan SK BPN Nomor : 42,43,44 tahun 2002, dan SK BPN Nomor : 10 tahun 2004. Pruntukan lahan trsebut tlah ditetapkan plh Panitia B-Plus dahulu dan pelepasannya diserahkan kepada Gubernur Sumatra Utara.

Menjadi pertanyaan serius, mengapa PTPN II justru melakukan Okupasi lahan yang merupakan lahan Eks HGU tetapi mengabaikan penguasaan atas HGU mereka yang bayak tersebar disekitas Kecamatan Stabat Langkat.

Sejalan dengan itu beberapa warga petani saat dikonfirmasi oleh awak media kepada masyarakat dilapangan mengatakan sangat keberatan dengan adanya Okupasi tidak bertanggungjawab pihak PTPN II, yang kesemuanya itu bisa membuat efek negatif bagi upaya penyelesaian yang sedang diupayakan Gubernur Sumatera Utara dengan melibatkan semua pihak termasuk dari Komisi Pemberrantasan Korupsi (KPK). (Red/)

Loading...

Komentar Facebook