[Opinia] Mengisi Kemerdekaan dengan Optimisme dan Kolaborasi

Oleh: Amansyah Hakim Pasaribu, Komisi Kebijakan Publik DPD KNPI Sumatera Utara Periode 2020-2023

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

17 Agustus 1945 teks proklamasi kemerdekaan indonesia dibacakan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno didampingi oleh wakil presiden Drs Mohammad Hatta serta dihadiri oleh ribuan orang di jl. Pegangsaan timur no 56 Jakarta, bukti bahwa Indonesia telah merdeka dari penjajahan asing. Kini 17 Agustus 2020 Republik Indonesia memasuki usia kemerdekaan yang ke 75 Tahun.

Loading...

Sebelumnya indonesia pada masa lampau yang lebih kita kenal dengan bagian dari kerajaan-kerajaan yang berdiri silih berganti. Seperti misalnya samudera pasai, sriwijaya, kutai kartanegara, majapahit, kesultanan demak, kerajaan gowa, dll.

Belum ada satu kata yang bisa menyatukan skat antar kerajaan dulu, belum ada kata Merdeka atau Indonesia yang bisa dijadikan sebagai perekat persatuan dan perjuangan. Mereka berdiri atas dasar kerajaan nya masing-masing. Masih dalam keadaan yang terpisah satu sama lain, masuk lah bangsa asing ke dalam Negeri ini.

Pada mula nya mereka hanya berniat untuk berniaga, namun karena melihat kekayaan sumberdaya alam yang sangat melimpah mereka berhasrat untuk menguasai negeri ini. Ditambah lagi pada saat itu sumberdaya manusia bangsa kita yang masih tertinggal, sehingga dijadikan kesempatan oleh pihak asing untuk menjajah dan merampas kekayaan alam negeri ini.

Ratusan tahun Bangsa ini menderita karena kolonialisme dan imperialisme oleh bangsa asing. Bukan tanpa perlawanan, disetiap daerah di kepulauan nusantara melakukan perang dan gerilya untuk mengusir dan menumpas penjajah dari tanah nya. Atas dasar persamaan nasib, maka persatuan mulai semakin terlihat. Hingga menampakkan kemajuan perlawanan terhadap penjajah. Banyak sudah pengorbanan yang dilakukan, air mata yang menetes, darah yang mengalir, keluarga yang ditinggalkan, dan nyawa yang melayang.

Namun pada perjuangan melawan penjajah pada saat itu ada kelompok anak muda progresif revolusioner, dengan ide, semangat dan cita-cita pembebasan untuk indonesia merdeka. Sebut saja semisal Tan malaka, Soekarno, Moh. Hatta, Sutan syahrir, M. Yamin, Sukarni, dll. Mereka adalah para pemuda yang sangat optimis menyatakan indonesia harus merdeka.

Bukan kah pada saat itu jalan dan keadaan begitu pesimis untuk menuju kemerdekaan, tapi mereka lebih memilih jalan optimis ketimbang pesimis. Dengan pengorbanan yang tidak sedikit serta resiko nyawa sebagai taruhannya.

Indonesia bisa membuktikan pada Dunia walau dalam keadaan terpuruk dan paling terjepit sekalipun, Bangsa ini bisa menyatakan sikap bebas merdeka dari penjajahan asing.

Indonesia saat ini Pasca Kemerdekaan.

Kalau dahulu kita berperang dengan angkat senjata lain hal nya dengan masa kini. Indonesia kali ini harus berperang melawan bangsanya sendiri. Bagaimana tidak, ketika Korupsi, penyalahgunaan narkoba, premanisme, perekonomian yang sulit dll masih merajalela dan menjadi permasalahan di negeri ini. Lantas apa bedanya kita saat ini dengan kita sebelum merdeka dari kolonialisme dan imperialisme ????

Untuk mengisi kemerdekaan Republik ini, kita harus tetap membangun kepercayaan diri dan berjalan diatas rasa optimisme ditengah permasalahan Bangsa kita. Khusus nya bagi kita para pemuda yang merupakan ujung tombak dari suatu bangsa. Karena kelebihan anak muda yaitu energik, pantang menyerah, berfikir tajam, dan bertindak secara terukur.

Apabila anak muda nya begajulan, pecicilan dan urak-urakan serta tidak peduli terhadap nasib bangsa maka dapat dipastikan kondisi bangsa tersebut akan segera hancur. Namun apabila anak-anak muda tersebut peduli dan perhatian terhadap bangsa serta bersikap untuk membangun bangsanya dengan kreatifitas, inovasi, rasa tanggung jawab, disiplin dan semangat optimisme maka dapat dipastikan bangsa tersebut akan segera maju.

Namun harus kita sadari bahwa Negara dan Bangsa ini terlalu besar jika hanya dipikirkan dan dikerjakan oleh beberapa orang saja. Perlu kolaborasi dengan seluruh lapisan dan elemen khusus nya pemuda untuk membangun dan mengisi kemerdekaan Republik ini. Dengan Creative Collaboration, kita yakin dan percaya ide-ide besar yang ada di kepala anak-anak muda indonesia bisa terealisasi kan dengan maksimal dengan adanya kerjasama antar semua lini.

Tentu harapan besar bangsa ini dititipkan di pundak para Pemuda nya. Tidak ada waktu untuk banyak bersantai dan menunggu. Anak muda harus ambil peran dalam mengisi kemerdekaan Republik ini. Dengan semangat dan cita-cita membangun bangsa, jangan biarkan Negeri ini kosong tanpa karya dan kerja-kerja nyata dari pemuda. Optimisme dan Kolaborasi adalah kuncinya.

 

Loading...

Komentar Facebook