Besok DKI PSBB, Rupiah Diprediksi Melemah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta ditanggapi negatif oleh kalangan pelaku pasar keuangan dan investasi.

Loading...

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dijadwalkan akan mengumumkan mekanisme pelaksanaan PSBB di Ibu Kota pada Minggu, 13 September 2020 pukul 16.00 WIB. Eks Mendikbud itu akan mengumumkan bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pernyataan Anies sore nanti itu akan menentukan arah pergerakan perdagangan nilai tukar rupiah pekan dan bulan depan. Apapun keputusan yang diambil, kata dia, maka akan langsung berdampak terhadap perekonomian Indonesia.

“Pernyataan ini yang sampai saat ini masih ditunggu pasar. Pertanyaannya apakah berani Anies Baswedan akan menunda (PSBB total) atau merubah kebijakannya,” kata Ibrahim, Minggu (13/9/2020).

Ibrahim menyatakan, saat Anies mengungkapkan rencana kebijakan penerapan PSBB total mulai 14 September 2020, pasar keuangan di Indonesia jatuh. Pelaku pasar khawatir terhadap kembali terbatasnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Pengumuman tersebut memberikan efek kejut yang sangat dasyat bahkan lebih dari Rp350 triliun dana asing yang ada di pasar finansial kembali ke luar pasar,” tutur Ibrahim.

Dia memprediksi tekanan terhadap pasar keuangan di Indonesia termasuk nilai tukar rupiah bisa terus berlanjut jika Anies tetap menerapkan PSBB total. Sebab, itu membuktikan penyebaran wabah COVID-19 semakin memburuk dan fasilitas kesehatan maupun tempat tidur rumah sakit tak lagi bisa menampung.

“[Nilai tukar] Rupiah bisa ke Rp17.000 per dolar AS. Pengumuman apakah PSBB Total akan dterapkan atau diubah menjadi transisi, pernyataan ini sedang ditunggu pasar,” tuturnya.

Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat, 11 September 2020, nilai tukar rupiah melemah. Rupiah dipatok di level Rp14.890 per dolar AS. Angka tersebut melemah 0,24 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.855 per dolar AS.

“Dalam perdagangan minggu depan di hari Senin kemungkinan mata uang rupiah akan di buka melemah cukup tajam di 50-200 poit di level Rp14.850-15.010,” ujar Ibrahim.

[*]

Loading...

Komentar Facebook