Soal Konflik di Teluk Arab, AS Ungkap Begini

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyampaikan bahwa pihaknya ingin terlibat aktif memberikan solusi atas konflik antara Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir.

Loading...

Hal tersebut ditegaskan Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo, dalam pertemuannya dengan Wakil PM Qatar, Senin (14/9/2020).

Menurut Pompeo, hal itu diperlukan untuk memastikan fokus di Timur Tengah adalah menangkis ancaman dari Iran.

“Kita harus menutup pintu kemungkinan campur tangan dari Iran. Sudah saatnya mencari solusi atas konflik di kawasan teluk,” ujar Pompeo.

Selain untuk memfokuskan perhatian di Timur Tengah ke Iran, Pompeo menambahkan bahwa resolusi di antara negara-negara Teluk juga dibutuhkan untuk membuka perbatasan Qatar lagi. Hal itu baik perbatasan di udara maupun di darat sehingga aktivitas ekonomi bisa berjalan lebih baik lagi.

Perlu diketahui, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir, sudah lama memutus hubungan diplomasi dan perdagangan dengan Qatar. Hal itu terjadi sejak Juni 2017, ketika Qatar dituduh menyokong aktivitas terorisme. Qatar telah membantah hal tersebut, menuduh negara-negara terkait mencoba mengganggu kedaulatannya.

Kuwait dan Amerika sudah beberapa kali mencoba memediasi penyelesaian konflik tersebut. Namun, dampaknya, fokus mereka ke Iran terganggu. Adapun negara-negara yang memboikot Qatar memberikan 13 syarat yang harus dipenuhi jika ingin boikot itu diakhiri. Beberapa di antaranya adalah menutup Al Jazeera, menutup pangkalan militer Turki, dan meminimalisir hubungan dengan Iran.

Kementerian Luar Negeri AS, pekan lalu, mengatakan bahwa negara-negara Teluk Arab terbuka untuk negosiasi ulang terkait situasi dengan Qatar. Dan, kali ini, mereka memberi ruang untuk sejumlah kelonggaran.

“Presiden Amerika Donald Trump sangat ingin masalah ini segera diselesaikan, untuk membuka kembali perbatasan Qatar. Kami sangat menantikan perkembangannya,” ujar Mike Pompeo.

Fokus Amerika di Timur Tengah, di satu sisi, tidak bisa dipisahkan dari Pilpres Amerika yang akan datang. Donald Trump berharap menggunakan kesuksesan di Timur Tengah sebagai nilai jualnya. Adapun dalam waktu sebulan, Amerika sudah berhasil menjadi broker untuk normalisasi Uni Emirat dan Bahrain dengan Israel. [*]

Loading...

Komentar Facebook