Ini Lima Faktor Risiko Penyakit Jantung

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Serangan jantung adalah salah satu penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Secara medis, penyakit  serangan jantung merupakan suatu kondisi ketika aliran darah ke jantung tersumbat. Gejala klinis penyakit jantung pada umumnya ditandai dengan nyeri dada. Jika mengalami ini disarankan untuk segera memeriksakan ke dokter.

Loading...

Dokter spesialis Jantung dan pembuluh darah konsultan RS Siloam Dhirga Surya Medan, dr Tri Adi Mylano SpJP(K) FIHA mengatakan, terdapat lima faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena penyakit jantung.

“Pertama, usia. Semakin seseorang bertambah tua, risiko terkena serangan jantung dan jantung koroner meningkat,” ungkapnya di sela webinar umum Siloam Hospitals Group dengan tema “Nyeri Dada, Kapan Harus ke Dokter?”, Sabtu (19/9/2020).

Kedua, jenis kelamin. Sebuah temuan terbaru menyebutkan wanita memiliki faktor risiko yang eksklusif. Ketiga, merokok, kebiasaan ini dapat menyebabkan meningkatnya risiko seseorang terserang penyakit jantung.

“Keempat, kurang aktivitas, kemudian alkohol, diet tidak sehat, obesitas keturunan atau riwayat keluarga hipertensi, diabetes, kolesterol jahat yang tinggi. Terakhir, stres,” jelas dr Tri Adi.

Jika mendapati seseorang mengalami serangan jantung, dr Tri Adi menyarankan, untuk melakukan pertolongan pertama. Mulai dari menenangkan pasien, baringkan atau tuntun atau papah ke tempat duduk. Bila pasien memiliki obat rutin seperti obat yang perlu diletakan di bawah lidah, maka dapat diberikan.

“Jangan biarkan pasien berjalan atau mengendarai kendaraan sendiri. Segera antar ke rumah sakit terdekat karena ini termasuk kategori darurat,” tegasnya.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan Siloam Hospitals Jambi, dr Evi Supriadi SpJP(K) FIHA FAsCC, menambahkan, untuk mencegah terjadinya penyakit jantung disarankan untuk menerapkan pola hidup Sehat, yaitu Seimbangan gizi, Enyahkan rokok, Hindari stres, dan Atasi tekanan darah dan gula darah, dan Teratur berolahraga dengan minimal sebanyak 150 menit selama satu minggu atau 30 menit sebanyak empat kali seminggu.

“Tidak hanya itu, disarankan pula untuk melakukan pengecekan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala untuk mengetahui kondisi tubuh,” tutupnya.

[*]

Loading...

Komentar Facebook