BNI Syariah Terima Penempatan Uang Negara Rp 3 Triliun

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank BNI Syariah rencananya akan menerima penempatan uang negara senilai Rp 3 Triliun pada 25 September 2020.

Loading...

Corporate Secretary PT Bank BNI Syariah Bambang Sutrisno mengatakan jumlah dana yang kemungkinan akan ditempatkan pada perseroan masih tergantung dengan persetujuan dari pemerintah.

Nantinya, uang negara yang ditempatkan sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tersebut akan digunakan untuk antisipasi dan mengurangi dana-dana yang lebih mahal.

Adapun per Agustus 2020 pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Bank BNI Syariah adalah sebesar 16,8 persen dengan pembiayaan terkontraksi 1 persen. Porsi dana murah di BNI Syariah masih mendominasi dari total penghimpunan dana yakni sebesar 67 persen.

Selain untuk mengganti dana mahal, penempatan uang negara tersebut juga bertujuan untuk mengantisipasi kondisi perekonomian dan mencari spread atas penempatan.

“Tujuan PEN adalah antisipasi ketika kondisi ekonomi sudah membaik, mengganti dana mahal, dan mencari spread dari penempatan. Bukan untuk mendorong ekspansi pembiayaan saat ini,” katanya wartawan di Jakarta, Senin (21/9/2020).

Meskipun demikian, BNI Syariah telah memetakan pembiayaan yang akan disalurkan atas penempatan uang negara tersebut. Nantinya, perseroan akan lebih cenderung menyalurkan pembiayaan ke segmen konsumer.

Sementara itu, untuk segmen komersial, tidak menjadi proyeksi penyaluran pembiayaan karena memiliki spread yang terlalu tipis dengan bunga dana.

Apalagi, perhitungan spread tersebut belum ditambah dengan premi risiko yang harus disiapkan. Penyaluran pun akan tidak terlalu fokus ke komersial untuk dana yang bersumber dari penempatan uang negara tersebut.

“Dalam kondisi seperti ini belum [menggenjot pembiayaan] karena harus lebih selektif dalam asesmen risiko,” sebutnya.

(*)

Loading...

Komentar Facebook