Begini Beda Sakit Kepala dengan Gejala Covid-19

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Benarkah sakit kepala merupakan salah satu gejala Covid-19? Apakah penyebab sakit kepala? Berikut penjelasannya.

Loading...

Seperti dikutip dari laman viva.co.id, Jum’at (2/10/2029), dijelaskan bahwa sakit kepala sendiri memiliki banyak penyebab. Penyebabnya antara lain, kurang tidur, banyak menatap layar gadget, atau stres karena pekerjaan, juga bisa menjadi penyebab sakit kepala.

Perubahan drastis dalam kebiasaan sehari-hari, juga bisa menjadi penyebab kamu sering mengalami sakit kepala atau bisa juga sakit kepala migrain. Mengingat bahwa sakit kepala juga menjadi salah satu gejala COVID-19, wajar untuk mengatasi sakit kepala yang berdenyut-denyut.

Meskipun sakit kepala bukan salah satu gejala COVID-19 yang paling umum, sekitar 14 persen pasien COVID-19 melaporkan mengalami sakit kepala sebagai salah satu gejalanya, demikian menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dilansir Times of India, sebelum panik karena sakit kepala, waspadalah terhadap hal-hal luar biasa yang berhubungan dengan sakit kepala yang kamu derita. Jika sakit kepala atau migrain, tanpa disertai gejala COVID-19 lainnya, seperti demam, batuk kering dan kehilangan indra penciuman dan rasa, kemungkinan besar itu adalah sakit kepala biasa.

Sebaliknya, sakit kepala yang disebabkan oleh COVID-19, mungkin terasa seperti sensasi sesak di sekitar sakit kepala kamu, yang menurut para ahli dapat disebabkan oleh badai sitokin yang menyebabkan peradangan dan nyeri.

Secara keseluruhan, sakit kepala mungkin tidak perlu terlalu dikhawatirkan, kecuali jika muncul dengan cara yang berbeda dari sebelumnya atau disertai dengan gejala halus lainnya, seperti kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, nyeri tubuh, merasa lelah, dan lain-lain.

Namun, jika kamu merasa sakit kepala yang kamu rasakan adalah sesuatu yang tidak biasa dan merasa ada yang salah, pastikan kamu memeriksa tanda dan gejala lain dari virus corona dan berkonsultasi ke penyedia layanan medis.

Jumlah pasien COVID-19 masih tinggi, maka jangan lupakan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan.

(*)

Loading...

Komentar Facebook