Masa Pandemi, Begini Cara Menjaga Imunitas

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Penularan Covid-19 dapat dicegah dengan menjaga imunitas. Seharusnya menjaga imunitas tetap sehat bukan perkara yang sulit, masyarakat perlu mengatur asupan makanan yang seimbang, rutin beraktivitas fisik hingga istirahat yang cukup.

Loading...

Namun, harus diingat bahwa mengelola stres juga memiliki pengaruh yang besar terhadap sistem imunitas seseorang. Lalu mengapa stres dapat memengaruhi sistem imunitas seseorang?

Psikolog Team Leader SAHABATKU, Muhammad Chalid, M.Psikolog menyebut bahwa  ketika kerja pikiran seseorang dibebani terus menerus oleh hal-hal atau masalah-masalah yang tidak pernah terpecahkan. Sehingga ketika masalah yang tidak terpecahkan dan menumpuk itu akan memengaruhi daya tahan tubuhnya.

“Sehingga  pada saat masalah-masalah itu menumpuk otomatis daya tahan tubuh semakin berkurang. Karena biasanya orang-orang kerja psikisnya terlalu over akan berpengaruh apalagi kalau malam kurang istirahat sehingga keesok harinya dia lesu atau pola makan tidak teratur karena pikirkan. Jadi erat kaitan antara fisik dan psikis,” kata dia dalam talkshow Tetap Aman dan Imun di Tengah Pandemi COVID-19 yang ditayangkan di chanel YouTube BNPB, Jumat 2 Oktober 2020.

Dia melanjutkan untuk menjaga imunitas tetap baik selama pandemi, penting bagi masyarakat untuk terus berpkiran positif. Dengan berpikiran positif tentu masyarakat dapat menekan stres yang memicu penurunan sistem imun.

“Masalah saat ini pandemi yang perlu kita pahami berpikiran positif. Sudah enam bulan, otomatis bisa menyesuaikan dengan lingkungan saat ini dan harus pikiran positif bahwa setiap pandemi akan ada akhirnya, latih diri kita berpikiran positif,” ujar dia.

Selain itu, penting juga untuk melakukan aktivitas fisik. Sebab aktivitas fisik selain membuat seseorang bugar juga dapat meminilisasi faktor risiko penyebab stres.

“Dengan melakukan aktivitas fisik. Sekarang ini dengan adanya work from home agak sedikit kebablasan. Kadang banyak keluhan orang yang bekerja di rumah kebablasan tadinya 8 jam jadi 12 jam bahkan sampai 13 jam itu memengaruhi pikiran tadinya positif ke negatif,” tutur dia

(*)

Loading...

Komentar Facebook