Hari Ini Vanessa Angel Jalani Sidang Tuntutan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Artis penuh kontroversi Vanessa Angel dijadwalkan akan menghadapi sidang tuntutan terkait kasus psikotropika kepemilikan 20 pil xanax.

Loading...

Kasi Intel Kejari Jakarta Barat, Edwin Beslar mengatakan Persidangan akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jalan Letjend S Parman, Jakbar. Sidang rencananya akan digelar pukul 11.00 WIB.

“Besok jadwal sidang terdakwa VA (Vanessa Angel) dengan agenda pembacaan tuntutan,” ujar Kasi Intel Kejari Jakbar, Edwin Beslar, saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2020) malam.

Vanessa sebelumnya sudah menjalani sidang pemeriksaan terdakwa. Dalam pemeriksaan itu, Vanessa mengaku dirinya mengkonsumsi pil xanax sejak tahun 2016.

Dia mengaku mengonsumsi pil itu saat susah tidur. Pil itu dikonsumsi karena anjurand dokter.

Vanessa didakwa kasus psikotropika oleh jaksa penuntut umum Kejari Jakarta Barat. Vanessa didakwa terkait kepemilikan 20 pil Xanax. (ist)

“Karena anjuran dokter itu diminum jika kalau perlu aja, bukan obat rutin,” kata Vanessa saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa di PN Jakbar, Jalan Letjend S Parman, Jakarta Barat, Senin (5/10/2020).

“Karena susah tidur, insomnia, karena waktu 2016 itu saya intens syuting sinetron yang jamnya kebalik-balik, jadi benar-benar insomnia parah sampai asam lambung, tifus sakit, jadi saya memang punya gangguan insomnia parah tahun 2016,” imbuh Vanessa.

Dalam perkara ini, Vanessa Angel duduk sebagai terdakwa. Vanessa didakwa kasus psikotropika oleh jaksa penuntut umum Kejari Jakarta Barat. Vanessa didakwa terkait kepemilikan 20 pil Xanax.

Jaksa mengatakan polisi menyita 20 butir Xanax di kediaman Vanessa Angel. Sebanyak 15 butir ditemukan di kamar Vanessa, sedangkan 5 butir ditemukan di dalam tas yang berada di mobil.

Vanessa didakwa melanggar Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika juncto Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 49 Tahun 2018 tentang perubahan penggolongan psikotropika dalam lampiran UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

(*)

Loading...

Komentar Facebook