Sadis! Bela Ibu yang Diperkosa, Anak 9 Tahun Tewas Dibacok, Begini Kronologisnya

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Seorang anak yang masih berusia 9 tahun warda Desa Alue Gadeng, Kecamatan Bireum Bayeun, Aceh Timur tewas dibacok setelah berusaha membela ibunya yang hendak diperkosa pelaku.

Loading...

Kejadian bermula saat bocah malang berinisial R pada Jumat (9/10/2020) malam bersama ibunya sedang berada di rumah mereka. Suami korban sedang tidak ada di rumah.

Tiba-tiba, pelaku berinsial S menyelinap ke rumah korban dan mencoba memperkosa korban. Aksi itu dipergoki R sehingga bocah tersebut mencegahnya.

Dengan keji, pelaku membacok R lalu memperkosa korban. Usai kejadian, pelaku melarikan diri dan membawa kabur R yang terluka.

“Pelaku tadi pagi sekitar jam 9 kita tangkap,” kata Kapolsek Bireum Bayen Iptu Eko Hardianto saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (11/10/2020).

Pencarian pelaku S juga melibatkan warga hingga tentara. Ketika ditangkap, S memegang samurai.

“Pelaku kita tangkap saat bersembunyi di hutan. Lokasinya masih di desa tersebut dengan jarak dari lokasi kejadian sekitar satu kilometer,” jelas Eko.

Saat S ditangkap, bocah R tidak ditemukan bersamanya. S pun tutup mulut soal keberadaan bocah malang itu.

Hingga akhirnya, pencarian membuahkan hasil. Namun sayangnya R ditemukan saat sudah tidak bernyawa. Jasad R ditemukan di sungai. Ada sejumlah luka bacok, sayatan serta tusukan pada tubuh korban.

“Mayat korban ditemukan tadi sekitar pukul 15.40 WIB di seputaran sungai desa Alue Gadeng, Kecamatan Bireum Bayeun, Aceh Timur dalam keadaan masih memakai pakaian lengkap,” kata Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo.

Pencarian jenazah korban dilakukan polisi dibantu BPBD serta masyarakat setempat. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Langsa untuk dilakukan visum.

Hasilnya ditemukan sepuluh luka bacok, sayatan dan tusukan pada tubuh korban. Di antaranya di pundak kiri, leher, bahu, dada tangan hingga jari. Lebar luka tersebut berkisar 0,5 sentimeter hingga delapan sentimeter.

“Penyebab kematian korban, putusnya nadi besar di sebelah kiri,” jelas Arief.

(*)

Loading...

Komentar Facebook