Akhyar Dinilai Berakhlak Minus, Begini Ceritanya

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution yang hendak memukul salah satu Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dianggap menunjukkan karakter asli seorang calon dan menunjukkan Akhyar Nasution tidak memiliki akhlak yang baik sebagai calon pemimpin.

Loading...

Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara, menyayangkan peristiwa tersebut dan sikap Akhyar yang hendak memukul Panwascam itu menunjukkan rendahnya moral Akhyar Nasution sebagai calon pemimpin dan arogansi terhadap penyelenggara pemilu.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara, Awaluddin Nasution kepada publika, Selasa (3/11/2020) di Medan.

“Kita sangat menyayangkan perlakuan beliau terhadap anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) tersebut. Untuk ukuran calon Walikota Medan perlakuan arogan seperti ini jangan sampai terjadi lagi ” jelas Awal

“Belum terpilih saja beliau sudah bingung mendengar kritikan dan keluhan masyarakat bagaimana kalau beliau terpilih nanti sebagai Walikota Medan , Saya menghimbau masyarakat untuk cerdas memilih pemimpin Kota Medan berikutnya, bukan pemimpin yang minus akhlak seperti ini ” harap Awaluddin.

Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara, Awaluddin Nasution. (istimewa)

Awaluddin menambahkan kejadian ini sudah beberapa kali terjadi, kepada teman-teman wartawan pun sudah pernah terjadi. Maka dari itu HIMMAH Sumut mendesak Bawaslu Sumut/ Gakkumdu untuk menindak tegas laporan masyarakat terkait arogansi akhyar

Sebelumnya, Akhyar dilaporkan ke Bawaslu Medan karena diduga hendak memukul anggota Panwascam pada Selasa (27/10/2020) malam. Bawaslu mengatakan masalah ini telah dilimpahkan ke Gakkumdu.

“Iya (diduga mau memukul anggota Panwascam),” kata anggota Bawaslu Medan, Taufiqurrohman Munthe, saat dimintai konfirmasi, Jumat (30/10/2020).

Sementara itu, Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, membantah hal tersebut. Akhyar menyebutkan laporan bahwa dirinya diduga mencoba memukul panwascam itu tidak benar.

“Tidak ada. Jadi, pada saat itu selesai acara saya keluar, karena banyak itu kan di kampung saya, ditempat kelahiran saya. Itu kampung saya, tempat kelahiran saya, tempat saya main-main. Jadi, itu keluarga saya semua. Jadi ketika pulang, saya ambil kereta, naik kereta, ya saya pulang gitu, cuma ketika mau apa namanya mau lewat kan masih padat jalan. Saya tengok aja, oh ini mungkin Ketua Panwaslu (Panwascam) itu, mungkin. Saya nggak kenal sama dia, saya nggak ada ngomong apa-apa, nggak ada ngegerakkan apa-apa gitu. Jadi itu berita bohong yang sangat menyesatkan, dan kami tadi juga keberatan kepada pihak Bawaslu. Sebelum di clearkan masalahnya mengapa dia udah ngomong ke media massa, dan itu sangat merugikan saya sebagai paslon,” ujar Akhyar Nasution usai memberikan klarifikasi di ruang Gakkumndu, kepada wartawan, Minggu (1/11/2020).

“Sangat merugikan saya sebagai paslon. Itu kami juga keberatan. Karena gak ada kejadian apa- apa, kok katanya saya mau memukul dia, dari mana saya memukul dia, saya pun nggak kenal orangnya yang mana, dan itu berita bohong dan itu fitnah yang sangat keji menimpa saya,” sebut Akhyar.

Selain itu, Akhyar juga menampik adanya pengusiran terhadap Panwascam di acara tersebut.

“Siapa yang diusir? nggak ada diusir. Nggak ada. Setahu saya nggak ada. Acara itu pun nggak sampai satu jam,” ujar Akhyar.

(red/ril)

Loading...

Komentar Facebook