Dikunjungi Bobby, Ini Curhatan Nenek Asma

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO,ID, MEDAN – Kepedulian Muhammad Bobby Afif Nasution kepada warga lanjut usia (Lansia) tak perlu diragukan lagi. Sebab Menantu Presiden Jokowi itu memang telah menyiapkan program untuk para Lansia di Kota Medan.

Loading...

Rabu (11/11/2020) menjelang senja, Bobby Nasution mengunjungi kediaman Lansia bernama Asma (90) di Jalan Istiqomah. Warga sekitar memanggilnya Nek Balon, karena selama sehat Asma biasa berjualan balon dan mainan anak-anak.

Namun telah 10 bulan ini Nek Asma terkulai lemah di pembaringan. Dia dirawat oleh anaknya yang juga sudah berumum, Meti Evawati.

“Sekarang saya yang lanjutkan jualan balon, mainan anak-anak di lokasi pesta. Tapi karena Corona jarang ada orang pesta. Sementara anak saya banyak, harus dikasi makan. Saya urus orang tua saya juga. Kami mohon perhatian,” kata Meti kepada Bobby Nasution sembari melihat Nek Asma.

Bobby bertanya, selama ini bagaimana perawatan Nek Asma. Ternyata Nek Asma hanya berobat tradisional dengan cara dipijat.

“Selama ini tidak berobat, hanya kusuk aja,” kata Meti.

Mendengar keluhan keluarga Nek Asma, Bobby pun menyatakan kepeduliannya. Dan Bobby menjelaskan akan membantu para Lansia di Kota Medan.

“Nanti Lansia kita buatkan program, Insya Allah ada bantuannya, bulanan. Gizi Lansia pun akan diperhatikan,” kata Bobby.

Selanjutnya Bobby Nasution menyapa warga setempat. Dari mayoritas keluhan warga, masih seputar BPJS Kesehatan, program PKH yang tak tepat sasaran. Warga juga mengeluhkan soal birokrasi yang sulit.

Soal, BPJS Kesehatan Bobby Nasution menjanjikan akan memberikan secara gratis kepada masyarakat.

Soal PKH, Bobby bahkan akan membuat program bantuan sendiri dari Pemko.

“Selama ini PKH dari pusat, mungkin terbatas dan pendataan lemah. Nanti saya akan buat program PKH khusus untuk menambah kuota dari pusat” kata Bobby.

Soal birokrasi yang kerap menyulitkan masyarakat, Bobby Nasution pun mengambil perhatian. “Sekarang zaman teknologi, birokrasi harus sudah bisa menerapkan digitalisasi. Tujuannya memudahkan. Nanti pengurus gak perlu bawa-bawa kertas berkas lagi,” pungkas Bobby.

(red)

Loading...

Komentar Facebook