Bobby Nasution: Jangan Ada Lagi ‘Kojo Tak Kojo Rp1.500’

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Sistem reward (penghargaan) dan punishman (hukuman) akan diterapkan Bobby Nasution jika duduk menjadi Wali Kota Medan nanti. Sistem ini diterapkan agar aparatur pemerintah daerah Kota Medan dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Loading...

“Banyak sekali masyarakat yang mengadu mengurus surat susah, padahal mereka hanya butuh tanda tangan. Mulai dari tingkat lurah, sampai kecamatan sulit pengurusannya. Makanya nanti saya ingin buat sistem dengan memakai digital,” ucap calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat serap aspirasi di Jalan Seroja, Tanjung Selamat Medan Tuntungan, Kamis (12/11/2020) petang.

Layanan-layanan administrasi masyarakat ini, sambungnya, harus dibuat digital biar tidak dibuat susah lagi. “Yang jualan harian, jika satu hari saja tidak jualan tidak bisa makan, waktunya tentu habis untuk mengurus administrasi. Mulai menunggu lurahnya, menunggu camat. Belum lagi tanda tangan kadis (kepala dinas). Ini yang kita ingin camat, lurah cepat merespon masyarakatnya untuk mendapat reward,” tuturnya.

“Nanti kita buat SOP (standar operasional prosedur) pekerjaan, kalau kerjanya tidak sesuai akan diberikan punishman (hukuman). Kita harus ada reward (penghargaan) dan punishman, selama ini tidak ada di Kota Medan,” ucap menantu Presiden Jokowi ini.

Bobby bilang, harusnya nanti ke depan, aparatur yang melayani masyarakat dengan bagus boleh dapat reward dalam bentuk penambahan pendapatan. Jangan ada lagi ‘Kojo Tak Kojo Rp1.500’ (kiasan idiomatik) yang tenar di khalayak melayu. Yang artinya, gak mau kerja, tapi ingin dapat sesuatu yang lebih,” terangnya.

“Jangan sampai yang tidak pernah melayani, yang tidak pernah mendatangi masyarakatnya dengan yang peduli masyarakat, pendapatannya sama. Harus ada pembeda,” pungkasnya. (*)

Loading...

Komentar Facebook