Viral Video Wawancara Lawas, Serda TNI Setyo: Saat Kapal Nyelam, Kami Sudah Mati

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Duka mendalam karena gugurnya 53 prajurit dalam Kapal Selam Nanggala-402 masih dirasakan hingga saat ini. Terbaru, video wawancara lawas Serda Setyo Wawan yang menjadi salah satu korban tragedi ini menyeruak dan menjadi perbincangan di media sosial.

Loading...

Penggalan video wawancara lawas Serda Setyo Wawan ini diunggah oleh akun @9itmr dan menjadi viral di Twitter pada Senin (26/4/2021). Saat itu, Serda Setyo Wawan muncul dalam salah satu program di stasiun televisi swasta.

Dalam video yang berdurasi 24 detik ini, Serda Setyo Wawan berkisah mengenai tugasnya sebagai salah satu prajurit di Kapal Selam Nanggala-402.

Disampaikan olehnya, saat kapal selam ini bertugas, anggap saja jika dirinya telah meninggal. Selanjutnya, doa dari keluarga diharapkan dapat memberi keselamatan untuk seluruh awak kapal selama.

Disaat kapalmu sudah nyelam, berarti kamu itu sudah mati. Akan saya sampaikan juga ke istri anak saya nanti. Disaat suamimu berangkat tugas menjalankan operasi kapal selam, kamu anggap suamimu sudah mati, berdoa aja supaya suamimu diberi keselamatan,” ungkapnya.

Setelah video wawancara lawas ini viral di Twitter, berbagai doa dan reaksi diberikan oleh netizen yang ikut kehilangan dengan tragedi yang menimpa Serda Setyo Wawan bersama 53 awak Kapal Selam Nanggala-402 lainnya.

Luar biasa memang para awak kapal selam, mereka adalah orang-orang pemberani dan tabah. Sesuai dengan mottonya ‘Tabah hingga akhir“‘ balas netizen.

Ksatria kebanggaan bangsa. Wira ananta rudira, tabah sampai akhir” komentar netizen lainnya.

Nangis gue mendengar ucapannya, tingkat keikhlasan tinggi akan kehidupan” ungkap netizen membalas.

Serda Setyo Wawan menjadi satu di antara 53 korban Kapal Selam Nanggala-402 yang sempat dilaporkan hikang dan ditemukan di kedalaman 838 meter dalam kondisi terbelah menjadi tiga bagian.

 

sumber: hitekno.com

Loading...

Komentar Facebook