Dicegah Keluar Negeri, KPK Segera Periksa Azis Syamsuddin

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pasca penyidik KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja dan rumah dinas Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Azis resmi dicegah ke luar negeri oleh Ditjen Imigrasi atas permintaan KPK selama 6 bulan kedepan. Pencegahan itu terkait dugaan keterlibatan Azis dalam kasus suap yang melibatkan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju atau AKP Robin dan Walikota Tanjung Balai M Syahrial.

Loading...

Seperti diketahui sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan Azis Syamsuddin memperkenalkan Wali Kota Tanjungbalai Syahrial ke penyidik KPK AKP Robin.

AKP Robin dijerat KPK setelah diduga menerima Rp 1,3 miliar dari Rp 1,5 miliar yang dijanjikan M Syahrial selaku Wali Kota Tanjungbalai. Pemberian uang itu dimaksudkan agar AKP Robin mengurus perkara dugaan korupsi di KPK yang diduga menjerat Syahrial.

Setelah ramai-ramai penggeledahan di ruang kerja Azis di DPR dan rumah dinasnya, hari ini KPK resmi mencegah Azis ke luar negeri. Hal ini sebagai tindak lanjut bukti-bukti yang dikumpulkan penyidik KPK saat menggeledah kediaman Azis.

“KPK sesuai dengan tugas pokok dan kewenanganya dapat melakukan cekal. Semua kita lakukan untuk kepentingan memudahkan jika KPK memerlukan permintaan keterangan terhadap setiap orang yang diperlukan untuk pengumpulan keterangan saksi tentang apa yang diketahui, dialami, atau didengar sesuai kesaksiannya,” kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan, Jumat (30/4/2020).

Azis dicegah untuk enam bulan ke depan. Pencegahan terhitung sejak 27 April 2021.

Selain Azis, KPK juga mencegah dua orang lainnya. Mereka adalah berinisial AS dan AGL. Profil keduanya diketahui sebagai swasta, tapi dari hasil penelusuran didapati keduanya pernah terafiliasi dengan partai politik (parpol).

“Pelarangan bepergian ke luar tersebut terhitung mulai 27 April 2021 hingga selama 6 bulan ke depan,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri.

Pencegahan ke mancanegara ini berkaitan dengan perkara suap dari Wali Kota M Syahrial kepada penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju dan pengacara bernama Maskur Husein. Ketiganya sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka.

KPK mengungkapkan sejumlah alasan mengapa mencegah politikus senior Partai Golkar itu. Salah satunya agar bukti yang berkaitan dengan suap AKP Robin tidak hilang.

“Semua kita lakukan untuk kepentingan memudahkan jika KPK memerlukan permintaan keterangan terhadap setiap orang yang diperlukan untuk pengumpulan keterangan saksi tentang apa yang diketahui, dialami atau didengar sesuai kesaksiannya,” ucap Ketua KPK Firli Bahuri.

Firli juga memastikan KPK akan segera memeriksa Azis Syamsuddin dan beberapa orang yang diduga terlibat. Oleh karena itu pencegahan diperlukan agar yang bersangkutan tetap berada di Indonesia.

“Langkah pencegahan ke luar negeri ini tentu dalam rangka kepentingan percepatan pemeriksaan dan menggali bukti-bukti lain, agar pada saat diperlukan untuk dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan pihak-pihak tersebut tetap berada di wilayah Indonesia,” tegasnya.

(dtc/red)

Loading...

Komentar Facebook