Pelaku Pengirim Sate Beracun Ngaku Salah Beli Racun. Begini Pengakuannya

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Wanita asal Majalengka, Jawa Barat bernama Nani (25) dibekuk oleh pihak Polres Bantul lantaran mengirimkan sate beracun, Senin (3/5/2021).

Loading...

Nani ternyata sempat salah memesan racun. Dalam pengakuannya, Nani seharusnya memesan sodium sianida.

Namun pesanan yang datang adalah kalium sianida atau KCN.

Dikutip dari Tribun Jogja, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengungkapkan, sate beracun tersebut membuat bocah berusia 10 tahun asal Bantul, DIY meninggal dunia, Minggu (25/4/2021).

Ngadi mengungkapkan, Nani membeli racun sianida tersebut secara online melalui e-commerce.

Dalam pengakuannya, Nani membeli sianida seberat 250 gram seharga Rp224.000.

Nani memesan sodium sianida atau Natrium Sianida (NaCN). Senyawa kimia ini adalah senyawa padat berwarna putih yang dapat larut dalam air.

Namun, pesanan online yang datang bukan sodium sianida melainkan Kalium Sianida atau KCN.

Racun tersebut dibeli oleh pelaku Nani sekira tiga bulan lalu.

Meski racun yang dibeli salah, Nani tetap mencampurkan sianida tersebut ke dalam bumbu sate ayam.

Ngadi mengungkapkan, sianida yang dibeli oleh Nani berbentuk kristal yang dihaluskan menjadi bubuk.

Pihak kepolisian masih menyelidiki berapa takaran sianida yang dimasukkan Nani ke dalam bumbu sate ayam tersebut.

Menurut pengakuan pelaku, ia memasukkan sebanyak satu sendok sianida.

Namun kini pihak kepolisian masih menyelidiki terkait berapa gram sianida yang dimasukkan Nani ke bumbu sate.

“Untuk berapa takarannya baru kami dalami, kalau menurut pengakuan hanya satu sendok. Bentuknya semacam bubuk kristal kemudian dihaluskan,”lanjutnya.

Ngadi kini juga tengah mencari sosok R yang disebut sebagai orang ketiga yang memberikan ide sate beracun tersebut.

R diketahui menyarankan Nani untuk meracuni polisi berinisial T dengan makanan tersebut.

R juga berperan sebagai pria yang menyarankan agar Nani membeli sianida secara online.

Namun nahas, sate beracun tersebut salah sasaran hingga menewaskan anak dari driver ojol berinisial NFP (10).

Kini pihak kepolisian masih menyelidiki keberadaan R.

“Pengakuan mbak NA seperti itu, tapi harus dibuktikan lagi. Saat ini hpnya mati. Ya kemungkinan bisa (tambahan tersangka), kami belum bisa pastikan,”ujarnya.

sumber: tribunnews.com

Loading...

Komentar Facebook